Tautan-tautan Akses

AS

Meninggalnya Hakim Agung Scalia, Picu Perdebatan Politik di AS


Hakim agung Antonin Scalia meninggal dunia hari Sabtu (13/2) dalam usia 79 tahun (foto: dok).

Hakim agung Antonin Scalia meninggal dunia hari Sabtu (13/2) dalam usia 79 tahun (foto: dok).

Meninggalnya Hakim Mahkamah Agung AS yang paling lama bertugas, Antonin Scalia, telah membuka babak baru dalam pertarungan politik di Amerika.

Hakim agung Antonin Scalia yang dikenal karena pandangan-pandangan konservatifnya – meninggal hari Sabtu (13/2) dalam usia 79 tahun.

Presiden Barack Obama menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Scalia dan berbicara tentang rencana menunjuk penggantinya.

“Saya berencana memenuhi tanggungjawab konstitusional saya untuk mencalonkan pengganti pada saatnya, dan masih ada banyak waktu bagi saya untuk melakukan hal itu dan bagi Senat untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan membuka dengar pendapat yang adil dan kemudian mengadakan pemungutan suara,” papar Obama.

Pemimpin mayoritas Senat dari fraksi Republik Mitch McConnell segera menyampaikan tentangan terhadap niat Presiden Obama mencalonkan pengganti Scalia.

McConnel dan beberapa tokoh partai Republik lainnya mengatakan presiden mendatang yang seharusnya mengisi kekosongan itu.

“Kecuali jika Obama bisa mendapatkan pilihan yang bisa diterima semua pihak, maka presiden berikutnya-lah yang akan memilih pengganti Scalia,” ujar Senator Lindsey Graham.

“Ini adalah tanggungjawab yang saya jalankan secara serius, sebagaimana juga seharusnya dijalankan setiap orang. Tanggungjawab itu lebih besar dari kepentingan sebuah partai. Tanggungjawab itu terkait demokrasi kita. Tanggungjawab itu tentang institusi di mana Scalia mengabdikan kehidupan profesionalnya guna memastikan agar institusi itu berfungsi sebagai mercusuar keadilan sebagaimana diimpikan para pendiri bangsa,” tambah Obama.

Bendera Amerika berkibar setengah tiang di Mahkamah Agung dan sejumlah gedung federal guna menghormati Antonin Scalia.

Ada sembilan hakim di Mahkamah Agung Amerika. Tetapi dengan delapan hakim agung pun, MA sudah bisa memutuskan suatu perkara. [em/ii]

XS
SM
MD
LG