Tautan-tautan Akses

Menhan Israel Ingin Perpanjang Tenggat Perundingan Damai


Menhan Israel Moshe Yaalon mengusahakan kerangka kerja perpanjangan perundingan damai dengan Palestina (foto: dok).

Menhan Israel Moshe Yaalon mengusahakan kerangka kerja perpanjangan perundingan damai dengan Palestina (foto: dok).

Menhan Israel Moshe Yaalon mengusahakan kerangka kerja yang memungkinkan perpanjangan perundingan damai dengan Palestina melampaui tenggat waktu April.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan Israel sedang mengusahakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan perpanjangan perundingan perdamaian dengan Palestina melampaui tenggat waktu April.

Yaalon mengatakan Selasa, jelas masih ada senjang besar dengan fihak Palestina yang bukan merupakan hal baru, tetapi, katanya, Israel berkepentingan untuk meneruskan pembicaraan dan menstabilkan hubungan.

Departemen Luar Negeri mengatakan memperpanjang tenggat waktu yang ditetapkan Juli tahun lalu merupakan sebuah opsi, tetapi, fokus harus tetap pada pencapaian sebuah persetujuan kerangka kerja sebelum akhir April. Pejabat mengatakan baik fihak Israel maupun Palestina masih tetap terlibat dan berkomitmen.

Sebelum meninggalkan Yerusalem pada Minggu, Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan, ia membuat kemajuan menuju perdamaian. Katanya, sebuah kerangka kerja merupakan sebuah “terobosan yang bermakna”, tetapi tidak memenuhi sasarannya bagi sebuah persetujuan menyeluruh pada April.

Israel dan Palestina saling tuduh melakukan sabotase terhadap usaha perdamaian. Israel mengatakan Palestina memuji teroris yang baru dibebaskan dan menyebur mereka pahlawan, sementara tidak mau mengakui keberadaan negara Yahudi itu. Fihak Palestina sebaliknya menuduh, Israel terus membangun pemukiman Yahudi di tanah yang akan jadi bagian dari negara Palestina di masa depan.
XS
SM
MD
LG