Tautan-tautan Akses

Mantan Presiden Paraguay Imbau Pendukungnya untuk Tetap Damai


Mantan Presiden Paraguay, Fernando Lugo di Asuncion (22/6).

Mantan Presiden Paraguay, Fernando Lugo di Asuncion (22/6).

Mantan Presiden Paraguay Fernando Lugo meminta pendukungnya agar tidak berpartisipasi dalam demonstrasi-demonstrasi kekerasan, Minggu (24/6)

Fernando Lugo menyebut pemecatannya sebagai presiden Paraguay, "kudeta parlemen." Namun, hari Minggu (24/6), Lugo mendesak pendukungnya agar tetap menjaga suasana damai dan tidak berpartisipasi dalam demonstrasi-demonstrasi kekerasan.

Presiden baru Paraguay, Federico Franco hari Sabtu mengatakan akan meminta pendahulunya yang dipecat agar membantu membendung aksi-aksi demonstrasi yang dilancarkan untuk memrotes pemecatan Lugo dengan cepat, dari kekuasaan.

Brasil dan Argentina telah menarik diplomat mereka dari Paraguay, sedangkan Venezuela, Bolivia, Ekuador dan Kuba menyatakan tidak akan mengakui pemerintahan baru.

Anggota parlemen Paraguay memutuskan memecat Presiden Lugo, setelah penggusuran yang gagal awal bulan ini terhadap petani yang menghuni lahan secara ilegal, menewaskan belasan orang. Pengecam impeachment mengeluh pengacara Lugo hanya punya waktu beberapa jam untuk membela Lugo di Senat, yang memberi suara 39 lawan empat mendukung pemecatan Lugo.

Segera setelah sidang impeachment hari Jumat, Lugo menyatakan menerima keputusan Kongres, tetapi mengatakan demokrasi Paraguay sangat tercoreng. Majelis rendah Kongres memberi suara mendukung impeachment hari Kamis. Lawan-lawan politik Lugo menguasai kedua majelis Kongres Paraguay.

Sesuai konstitusi Paraguay, Lugo digantikan Wakil Presiden Franco, yang selama ini menjadi lawan kuat presiden. Presiden Lugo adalah mantan uskup Katolik Roma yang terpilih tahun 2008 setelah janji-janji untuk membantu orang miskin dan membagi tanah secara adil.
XS
SM
MD
LG