Tautan-tautan Akses

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kunjungi Korea Utara


Lee Hee-ho, janda mantan Presiden Korsel Kim Dae-jung (tengah) saat meninggalkan bandara Seoul untuk menuju Pyongyang, Rabu (5/8).

Lee Hee-ho, janda mantan Presiden Korsel Kim Dae-jung (tengah) saat meninggalkan bandara Seoul untuk menuju Pyongyang, Rabu (5/8).

Janda mantan Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung berkunjung ke Korea Utara Rabu (5/8) guna membantu memperbaiki hubungan tegang kedua negara.

Janda mantan Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung berkunjung ke Korea Utara guna membantu memperbaiki hubungan tegang yang kronis antara kedua musuh bebuyutan. Kunjungan semacam itu jarang terjadi.

Lee Hee-ho dan delegasi dengan 18 anggota tiba hari Rabu (5/8) di Pyongyang untuk kunjungan empat hari, yang tidak secara resmi disetujui pemerintah Korea Selatan. Mantan ibu negara, usia 92 tahun, itu berharap kunjungannya membantu "menyembuhkan sakit dan luka akibat terpisahnya kedua Korea selama 70 tahun," ujar mantan Menteri Kebudayaan Korea Selatan Kim Sung Jae, yang ikut dalam kunjungan itu.

Kunjungan Lee dikatakan sebagai upaya kemanusiaan, tetapi ada spekulasi, ia juga mungkin bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang mengundang mantan ibu negara itu.

Keduanya bertemu tahun 2011 ketika Lee datang ke Pyongyang untuk menunjukkan belasungkawa atas kematian ayah Kim, pemimpin Korea Utara Kim Jong Il. Suami Lee, Kim Dae-jung, adalah presiden Korea Selatan tahun 1998 sampai 2003. Kebijakan Dae-Jung, yang disebut "Sinar Mentari" membantu membuka hubungan yang lebih baik dengan Korea Utara walau untuk periode singkat.

Masa pemulihan hubungan tersebut berakhir tahun 2007 dengan terpilihnya pemerintahan Korea Selatan yang lebih konservatif. Sejak itu, hubungan memburuk karena Korea Utara melakukan beberapa ujicoba nuklir dan rudal.

Ketegangan antara kedua Korea terus terjadi. Kedua negara secara teknis masih berperang karena konflik tahun 1950-an, berakhir dengan gencatan senjata. Bukan dengan perjanjian damai.

XS
SM
MD
LG