Tautan-tautan Akses

Tolak Perjanjian Nuklir, Korea Utara Andalkan China untuk Longgarkan Sanksi

  • Brian Padden

Kim Jong Un dalam sebuah acara di Pyongyang untuk memperingati berakhirnya Perang Korea tahun 1950-1953 (foto: dok). Pemerintah Korea Utara telah menolak perjanjian nuklir seperti yang dilakukan Iran dengan negara-negara kuat dunia.

Kim Jong Un dalam sebuah acara di Pyongyang untuk memperingati berakhirnya Perang Korea tahun 1950-1953 (foto: dok). Pemerintah Korea Utara telah menolak perjanjian nuklir seperti yang dilakukan Iran dengan negara-negara kuat dunia.

Penolakan Korea Utara terhadap perjanjian nuklir seperti Iran menunjukkan rejim Kim Jong Un mengandalkan China untuk berunding dengan Amerika mengenai sanksi-sanksi berat ekonomi yang diberlakukan terhadap Pyongyang.

Daniel Pinkston, seorang analis Korea Utara dari International Crisis Group di Seoul mengatakan Korea Utara membuat perhitungan politik bahwa Amerika tidak bisa selamanya mempertahankankan dukungan internasional luas khusunya dari China untuk langkah-langkah hukuman terhadap Korea Utara.

Korea Utara telah menyampaikan taruhannya. Mereka yakin bisa bertahan dan kejemuan akan sanksi akan tiba dan pada akhirnya dunia akan menyerah, kata Pinkston.

Duta besar Korea Utara untuk PBB, Jang Il Hun menegaskan sikap negaranya hari Selasa (28/7) bahwa program nuklirnya penting untuk melindungi keamanan dan kedaulatan nasional dari ancaman serangan nuklir atau invasi Amerika.

Duta besar Jang Il Hun mengatakan, “Kami tidak akan menghentikan senjata nuklir kami dan misi kekuatan nuklir kami tidak akan berubah selama kebijakan bermusuhan Amerika tetap sama”.

Pada saat yang sama, Korea Utara tampaknya juga berupaya meningkatkan hubungannya dengan China yang renggang sejak Kim Jong Un berkuasa tahun 2011. Pemimpin muda itu belum berkunjung ke China, sekutu paling penting, mitra datang terbesar dan sumber utama pangan dan energi negaranya. China secara renggang dengan Korea Utara tahun 2013 dengan mendukung sanksi PBB terhadap Korea Utara setelah Korea Utara meakukan uji nuklirnya yang ketiga.

Minggu ini pemimpin Korea Utara itu memberi penghormatan kepada tentara China yang berperang untuk Korea Utara dalam perang Korea. Presiden China Xi Jinping juga mengunjungi kota-kota China yang berbatasan dengan Korea Utara yang oleh sebagian analis dianggap tindakan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara.

Sebelum perjanjian nuklir Iran, Menlu Amerika John Kerry mengatakan Amerika dan China membahas kemungkinan langkah-langkah penghukuman baru untuk menekan Korea Utara kembali pada perundingan enam pihak untuk menghentikan program nuklir Korea Utara.

Peningkatan perdagangan Korea Utara dengan China telah membantu meningkatkan ekonomi dan menstabilkan rejim Kim Jong Un. Korea Utara tampak terus meningkatkan fasilitas peluncuran misil utamanya. PBB melarang Korea Utara melakukan uji misil balistik tapi Duta Besar Korea Utara untuk PBB mengatakan Korea Utara mungkin menguji misil balistik canggih bulan Oktober mendatang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG