Tautan-tautan Akses

Listrik dari Ember


George Mtemahanji muncul dengan gagasan untuk memulai usaha tenaga surya di Afrika ketika ia menyadari besarnya masalah listrik di Tanzania (foto: dok).

George Mtemahanji muncul dengan gagasan untuk memulai usaha tenaga surya di Afrika ketika ia menyadari besarnya masalah listrik di Tanzania (foto: dok).

Meskipun hidup dalam era elektronik, banyak daerah di dunia masih tidak mempunyai listrik. Daerah-daerah itu mungkin dilanda perang, terlalu miskin atau terlalu terpencil. Bagi orang yang memilih tetap hidup nomaden, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, ketersediaan listrik bisa didapat dari generator berbasis tenaga surya yang bisa dibawa-bawa dan bisa dimasukkan ke dalam benda seperti ember.

Ember mungkin wadah yang paling banyak digunakan di dunia. Wadah itu bisa dijinjing atau dijunjung di kepala, dan bisa menampung benda cair maupun padat, seperti baterai kecil bertenaga surya.

Rob Campbell adalah CEO SoloPower. Ia berbicara kepada VOA melalui Skype.

"Ini konsep yang luar biasa, memasarkan solusi penyediaan listrik portabel yang mudah digunakan, mudah dibawa-bawa, sangat tahan lama dan menghasilkan listrik," ujar Rob Campbell.

Panel surya biasanya adalah benda kaku, yang dirancang untuk diam di satu tempat. Pemasangannya membutuhkan setidaknya kemampuan membaca petunjuk.

Tetapi SoloPower memproduksi Solo Bucket, panel surya yang lentur dan bisa digulung menjadi tabung. Pemasangannya sangat sederhana dan jelas sehingga tidak membutuhkan instruksi apapun.

"Setiap konektor dibuat khusus untuk kabel tertentu sehingga tidak mungkin terjadi salah sambung,” ujar Rob Campbell, CEO SoloPower.

Dirancang untuk beragam lingkungan, Solo Bucket memiliki segala yang dibutuhkan oleh rumah tangga kecil untuk menghidupkan lampu, mengisi daya atau mengecas HP serta menyalakan televisi kecil.

"Kalau tidak dibutuhkan, pemiliknya tinggal menggulung panel surya itu, masukkan lagi ke dalam ember dan simpan di dalam rumah supaya aman sampai alat itu dibutuhkan lagi pada waktu lain," imbuh Rob Campbell.

Campbell mengatakan Solo Bucket sedang diuji lapangan di Afrika Selatan. Ia berharap panel surya portabel itu mulai dijual akhir tahun ini. Perusahaan itu sedang membuat model yang lebih besar yang akan mampu mengoperasikan benda yang membutuhkan tenaga listrik lebih besar seperti pompa air. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG