Tautan-tautan Akses

KPU Denpasar Gunakan Valentine untuk Sosialisasi Pemilu 2014

  • Muliarta

Relawan Demokrasi membawa bunga mawar untuk dibagikan kepada pengguna kendaraan bermotor. (VOA/Muliarta)

Relawan Demokrasi membawa bunga mawar untuk dibagikan kepada pengguna kendaraan bermotor. (VOA/Muliarta)

Kegiatan itu dilakukan untuk menyasar para remaja yang merupakan pemilih pemula dan meningkatkan partisipasi pemilih sampai 80 persen.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Denpasar memanfaatkan momen hari kasih sayang atau Valentine’s Day untuk mensosialisasikan pelaksanaan pemilihan umum 2014.

Dengan melibatkan sekitar 25 orang yang tergabung dalam Relawan Demokrasi, KPU Denpasar membagi-bagikan bunga mawar kepada pengguna kendaraan bermotor di kawasan Catur Muka Denpasar. Bunga mawar yang dibagikan berisikan kertas yang bertuliskan pesan ajakan untuk menggunakan hak pilih pada 9 April 2014 mendatang.

Ketua KPU Kota Denpasar I Gede Jhon Darmawan mengatakan Jumat (14/2), bahwa kegiatan itu dilakukan untuk menyasar para remaja yang merupakan pemilih pemula. Darmawan menargetkan pada Pemilu nanti tingkat partisipasi pemilih di Kota Denpasar mencapai 80 persen.

“Target yang cukup tinggi, mengada-ada malahan dibilang orang, 80 persen itu karena terakhir di pemilihan gubernur kita di kisaran 65 persen. Tingkat mobilisasi penduduknya yang begitu tinggi, jadi pemilih itu terdaftar di suatu wilayah, didaftarkan dalam DPT tetapi pada hari-H, bisa saja yang bersangkutan tidak ada di wilayah tersebut,” ujarnya.

Darmawan menyebutkan dalam melakukan sosialisasi pemilu 2014, KPU Denpasar juga melibatkan komunitas difabel. Langkah ini dalam upaya memperluas jangkauan sosialisasi, ujarnya.

“Kaum difabel ini, tuna netra ini sangat ahli dalam bidang IT dan penyampaian pola komunikasi mereka kami akui sangat bagus. Ketika mensosialisasikan, tidak saja kepada sesama tuna netra, tetapi kepada warga masyarakat, ajakan mereka itu masuk,” ujarnya.

Seorang relawan tuna netra Gede Widiasa mengatakan ingin mendapatkan akses yang lebih luas dan berperan aktif dalam pemilihan umum 2014. Dengan keterbatasan yang ada, ia mengatakan tidak ingin hanya menjadi pemilih.

“Artinya jangan minder dengan cacat dan tidak mampu berbuat apa-apa. Itu salah, itu hal yang salah, kendati pun apapun keadaan kita, fisik kita bagaimana? Tuna netra, tuna daksa, tuna grahita, apapun itu yang jelas mari kita berbuat yang terbaik buat bangsa, itu yang menjadi tujuan saya,” ujarnya.

Seorang warga Kota Denpasar, Rai Sukadana berharap dengan sosialisasi melibatkan komunitas difabel maka tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu akan meningkat. Selain itu komunitas difabel juga merasa aspirasinya terfasilitasi, ujarnya.

“Artinya aspirasi untuk orang cacat masih bisa tertampung. Peran mereka diikutsertakan juga, walaupun dia cacat tetapi masih bisa menggunakan haknya untuk memilih dan bersosialisasi juga dengan masyarakat lain, walaupun cacat tetap masih bisa kerja untuk negara,” ujarnya.

Berdasarkan data KPU Kota Denpasar, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Denpasar sekitar 407.000 pemilih. Para pemilih tersebut tersebar di 1.131 tempat pemungutan suara (TPS).
XS
SM
MD
LG