Tautan-tautan Akses

Korut Minta Bertemu Pekerja Restoran yang Diculik Korsel


Kawasan industri Kaesong dekat desa perbatasan Panmunjon, Korea Utara (Foto: dok).

Kawasan industri Kaesong dekat desa perbatasan Panmunjon, Korea Utara (Foto: dok).

Juru bicara Korea Utara mengatakan negaranya akan mengirim para orang tua ke Panmunjom atau bahkan Seoul jika perlu, untuk memastikan dilakukannya pertemuan tersebut.

Korea Utara menuntut agar dilakukan pertemuan antara 12 pembelot baru-baru ini, yang disebutnya diculik oleh Korea Selatan, dan orang tua mereka. Kalau tidak, sebutnya, Korea Selatan akan menghadapi “aksi pembalasan yang keras.”

Dua belas perempuan yang sebelumnya bekerja di sebuah restoran Korea Utara di China tiba di Korea Selatan awal bulan ini. Para pemimpin Korea Selatan menyatakan mereka datang atas kemauan sendiri, sedangkan Korea Utara mengklaim para perempuan itu pada dasarnya diculik oleh mata-mata yang memperdaya mereka agar membelot.

“Kasus belakangan ini merupakan penculikan yang direncanakan dan diorganisir, yang dilakukan Korea Selatan dengan mengerahkan kelompok-kelompok penjahat yang merupakan boneka Dinas Intelijen,” sebut Palang Merah Korea Utara dalam pernyataan yang dilansir kantor berita resmi KCNA. “Keluarga yang putri-putrinya diculik pada siang hari bolong itu meminta kontak langsung dengan mereka sesegera mungkin.”

Juru bicara itu mengatakan Korea Utara akan mengirim para orang tua ke Panmunjom atau bahkan Seoul jika perlu, untuk memastikan dilakukannya pertemuan tersebut. Panmunjom adalah desa gencatan senjata di perbatasan kedua Korea, di mana kedua negara terlibat dalam pembicaraan diplomatik.

Menurut pernyataan itu, jika Korea Selatan menolak pertemuan tersebut, ini sama artinya dengan pengakuan tentang penculikan itu. Korea Utara dikenal bersikap keras terhadap para calon pembelot, sering menerapkan hukuman keras terhadap mereka yang gagal membelot. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG