Tautan-tautan Akses

Korut Ancam Abaikan Gencatan Senjata dengan Korsel


Tentara Korea Selatan berpatroli di sepanjang pagar perbatasan berkawat duri di zona demilitarisasi Panmunjom, Paju, Korea Selatan (Foto: dok). Korut mengancam akan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata dengan Korsel apabila Korsel meneruskan latihan perangnya dengan AS, Selasa (5/3).

Tentara Korea Selatan berpatroli di sepanjang pagar perbatasan berkawat duri di zona demilitarisasi Panmunjom, Paju, Korea Selatan (Foto: dok). Korut mengancam akan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata dengan Korsel apabila Korsel meneruskan latihan perangnya dengan AS, Selasa (5/3).

Korea Utara mengancam akan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri perang dari tahun 1950 hingga 1953 dengan Korea Selatan, Selasa (5/3).

Korea Utara mengancam akan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata tersebut jika Seoul meneruskan rencananya untuk melangsungkan latihan perang dengan Amerika. Ancaman itu disampaikan oleh Komando militer tertinggi Pyongyang yang dipublikasikan, Selasa (5/3), di kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.

Sebuah laporan terpisah di kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, mengatakan, Pyongyang telah memutuskan untuk menghentikan kerja para delegasinya di Panmunjom, sebuah desa di perbatasan de facto dimana Seoul dan Pyongyang bertemu untuk melangsungkan perundingan.

Ancaman itu muncul sementara Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan Selasa untuk membahas sanksi-sanksi baru sebagai tanggapan terhadap peluncuran nuklir Korea Utara terbaru.

Para diplomat mengatakan Amerika dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan-sementara untuk menghukum Pyongyang atas percobaan yang ketiga dan yang terkuat bulan lalu.

Para diplomat mengatakan kepada wartawan Senin malam mereka berharap dewan keamanan akan dapat mengadakan pemungutan suara mengenai resolusi sebelum akhir pekan ini. Rincian rancangan resolusi itu belum tersedia.

Dewan keamanan sudah dengan suara bulat mengutuk percobaan nuklir Korea Utara tanggal 12 Februari itu sebagai pelanggaran serius sanksi PBB yang berlaku terhadap program misil dan nuklir Korea Utara. Pyongyang mengatakan percobaannya ditujukan terhadap “musuh utamanya,” Amerika Serikat.
XS
SM
MD
LG