Tautan-tautan Akses

Korban Tewas Tanah Longsor Jawa Tengah Capai 47 Orang


Warga berdiri di depan daerah yang digenangi banjir di Kampung Sewu di Solo, Jawa Tengah (19/6).

Warga berdiri di depan daerah yang digenangi banjir di Kampung Sewu di Solo, Jawa Tengah (19/6).

Operasi SAR ditetapkan hingga tujuh hari ke depan sesuai ketentuan. Jika diperlukan masa pencarian dapat diperpanjang.

Korban banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah terus bertambah. Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan yang melakukan pencarian korban hilang yang tertimbun longsor di Kabupaten Purworejo, menemukan empat mayat lagi.

Dengan demikian, hingga Senin sore (20/6) korban tewas mencapai 47 orang, sementara 15 lainnya masih dinyatakan hilang.

Sekitar 450 personel tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, NGO, relawan masyarakat mencari korban hilang di Purworejo.

Akses jalan yang sebelumnya tidak bisa dilalui, saat ini sudah diperbaiki sehingga tiga alat berat dapat membantu pencarian korban. Meskipun demikian, pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi tanah yang labil dan potensi longsor susulan masih tinggi jika hujan di bagian hulu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, bersama Bupati Purworejo, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan pejabat BNPB, berada di lokasi longsor di Purworejo untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Operasi SAR ditetapkan hingga tujuh hari ke depan sesuai ketentuan. Jika diperlukan masa pencarian dapat diperpanjang.

Purworejo, Kebumen dan Banjarnegara memang merupakan daerah rawan sedang hingga tinggi longsor. Hujan lebat kerap memicu terjadinya longsor dan menimbulkan korban jiwa.

Dalam keterangan pers yang diterima VOA Senin dini hari (20/6), BNPB menilai perlu ada upaya mitigasi stuktural dan non-struktural untuk melindungi masyarakat dari bahaya longsor. Penataan ruang yang berbasis peta rawan longsor juga dinilai perlu lebih ditegakkan guna melindungi masyarakat dari longsor. [em]

XS
SM
MD
LG