Tautan-tautan Akses

Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Tengah, Sedikitnya 24 Tewas, 26 Hilang


Banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah. (Foto: BNPB)

Banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah. (Foto: BNPB)

Banjir dan longsor dengan korban jiwa terbanyak terjadi di Kabupaten Purworejo. Sebelas orang meninggal dan 26 lainnya hilang akibat tanah longsor di kabupaten ini.

Sedikitnya 24 orang tewas dan 26 lainnya hilang akibat banjir dan tanah longsor di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Keenam belas kabupate/kota itu adalah Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar dan kota Solo.

Dalam keterangan pers yang diterima VOA Minggu dini hari (19/6), Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah BPBD mengatakan bencana itu juga mengakibatkan puluhan rumah rusak tertimbun longsor, sementara ribuan rumah lainnya terendam banjir.

Banjir dan longsor dengan korban jiwa terbanyak terjadi di Kabupaten Purworejo. Sebelas orang meninggal dan 26 lainnya hilang akibat tanah longsor di kabupaten ini. Korban dilaporkan sedang membantu membersihkan timbunan tanah longsor sebelumnya yang menutup jalan dan menghalangi lalu lintas. Ketika sedang bekerja tiba-tiba datang tanah longsor besar yang kembali menimbun jalan dan orang-orang yang sedang bekerja.

BPBD telah melakukan penanganan darurat bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI,Tagana, SKPD, Rapi, Orari, Senkom Polri, Sarda, Pramuka, MDMC, Fatayat, Ukhuwah Sescue, beberapa LSM, relawan dan masyarakat sekitar. Sebelumnya tim reaksi cepat BNPB memang sudah membagi kelompok ini dalam lima bagian yang tersebar di seantero Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memerintahkan BPBD di lokasi-lokasi bencana untuk memberikan bantuan pada daerah-daerah yang mengalami bencana cukup besar. Sementara BPBD Magelang, Temanggung, Wonosobo, Boyolali dan lainnya telah mengerahkan personil dan logistik peralatan yang diperlukan, serta membangun dapur umum dan posko kesehatan. Hingga laporan ini disampaikan BPBD masih terus melakukan pendataan. [em]

XS
SM
MD
LG