Tautan-tautan Akses

Korban Gempa Bumi di Nepal Lebih dari 7.200 Orang


Korban gempa bumi dibawa dengan helikopter militer dari distrik Sindhupalchok ke Kathmandu, Nepal, 3 Mei 2015.

Korban gempa bumi dibawa dengan helikopter militer dari distrik Sindhupalchok ke Kathmandu, Nepal, 3 Mei 2015.

Empat orang lagi berhasil diselamatkan dari tengah puing-puing, beberapa hari setelah gempa dahsyat menghancurkan Nepal. Seorang di antara penyintas itu adalah lelaki berusia 101 tahun.

Empat orang lagi telah diselamatkan dari reruntuhan seminggu lebih setelah gempa hebat di Nepal menewaskan lebih dari 7200 orang, sementara lebih banyak lagi pasukan internasional termasuk AL Amerika tiba di negara itu untuk melakukan upaya bantuan.

Polisi hari Minggu (3/5) mengatakan seorang laki-laki usia 101 tahun ditemukan sekitar 80 kilometer di barat daya Kathmandu, ibukota Nepal. Tim penyelamat sebelumnya melaporkan tiga korban selamat lainnya dikeluarkan dari reruntuhan di timur laut Kathmandu.

Hari Minggu, pesawat militer Amerika termasuk empat pesawat Osprey yang bisa tinggal landas dan mendarat seperti helikopter, peralatan besar dan pengawas lalu lintas udara tiba di Nepal untuk operasi bantuan yang sangat dibutuhkan guna mencapai lebih banyak lagi daerah-daerah sulit yang hanya sedikit mendapat bantuan sejak gempa 25 April.

Amerika akan membantu mengatur pasokan bantuan yang kian menumpuk dan memenuhi satu-satunya bandara internasional di Kathmandu yang kesulitan untuk mendistribusikan bantuan yang tiba dari seluruh dunia sejak gempa berkekuatan 7,8 skala Richter itu terjadi.

Duta besar Amerika untuk Nepal, Peter Bodde mengatakan kepada kantor berita AFP para tim-tim SAR itu punya berbagai sasaran. Mereka akan mengirim pasokan bantuan, melakukan penyelamatan serta melakukan peninjauan.

Brigadir Jenderal Amerika, Paul Kennedy menambahkan mereka akan langsung membuat perubahan.

Kennedy mengatakan mereka mendapat peralatan bantuan, khususnya tenda. Sebagian orang tidak mengerti tempat penampungan yang paling dibutuhkan, jadi mereka akan mulai memilahnya. Sehingga orang-orang yang terkena dampak gempa ini akan langsung merasakan dampaknya pada hidup mereka.

Suraya Prasad Silwal, Menteri Dalam Negeri Nepal mengatakan pesawat-pesawat Amerika juga akan membawa korban keluar daerah-daerah terpencil yang mengalami kehancuran terburuk setelah gempa itu.

Tapi para pejabat mengatakan delapan hari setelah gempa, harapan untuk menemukan korban selamat yang lebih banyak lagi pupus dan angka kematian bisa mencapai “lebih tinggi” dari sekarang ini. Ribuan orang masih hilang. Program Pangan Dunia (WFP) bertekad untuk memperluas upaya-upaya bagi mereka yang memerlukan.

PBB mengatakan lebih dari delapan juta orang terkena dampak gempa itu dan sekurangnya 2 juta kehilangan tempat tinggal.

Komite Palang Merah Internasional telah menciptakan sebuah situs bagi teman dan keluarga untuk melaporkan kerabat mereka yang hilang atau mencari mereka yang baru saja ditemukan.

XS
SM
MD
LG