Tautan-tautan Akses

Harapan Korban Selamat Menipis Akibat Gempa Nepal


Tentara Nepal membersihkan puing-puing kuil Kaalmochan yang runtuh di Kathmandu, Nepal, Sabtu, 2 Mei 2015.

Tentara Nepal membersihkan puing-puing kuil Kaalmochan yang runtuh di Kathmandu, Nepal, Sabtu, 2 Mei 2015.

Delapan hari setelah gempa berkekuatan 7,8 SR menghancurkan Nepal, para pejabat mengatakan harapan menemukan korban selamat memudar.

Pejabat pemerintah hari Minggu (3/5) mengatakan jumlah korban yang diketahui tewas di Nepal telah melampui 7 ribu orang.

Hari-hari setelah tanda-tanda kehidupan terdeteksi di antara puing-puing yang menggunung dan menjadi sampah di ibukota, Kathmandu, pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, Laxmi Dhakal, mengatakan, "kecuali korban terperangkap dalam sebuah tempat yang ada udara, maka kemungkinan untuk bertahan adalah kecil.''

Dua korban, seorang remaja berusia 15 tahun dan seorang perempuan usia 20-an, diselamatkan dari puing-puing hari Kamis.

Ribuan orang masih hilang, termasuk kira-kira seribu warga Eropa.

Warga yang selamat mendesak pemerintah dan kelompok pemberi bantuan untuk bergerak lebih cepat guna menyediakan makanan, air dan bantuan lainnya bagi banyak orang yang tinggal di tempat-tempat terbuka setelah kehilangan rumah mereka.

Di Kathmandu, beberapa tanda-tanda normal telah kembali selagi para pedagang mulai melakukan bisnisnya dan beberapa warga mengemasi tenda-tenda dan kembali ke rumah-rumah. Namun, bau mayat menjadi alasan utama banyak warga yang belum kembali ke rumah mereka.

Kepala urusan kemanusiaan badan PBB Valerie Amos mengunjungi daerah-daerah yang hancur di Nepal hari Jumat sebagai bagian dari kunjungan tiga harinya untuk memantau operasi bantuan. Ia mengatakan kepada wartawan dana darurat bagi upaya bantuan telah mengalir ke negara itu dan menghimbau masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungannya.

Pemerintah Nepal memberikan $ 1.000 bagi keluarga korban tewas ditambah $ 400 untuk biaya pemakaman.

PBB mengatakan lebih dari 8 juta orang terkena dampak gempa dan sedikitnya 2 juta orang mengungsi.

Komite Palang Merah Internasional membuat sebuah situs website bagi teman-teman dan keluarga untuk melaporkan orang hilang atau mencari orang-orang yang ada di dalam daftar itu.

XS
SM
MD
LG