Tautan-tautan Akses

AS

Komisi Senat AS Tanyai Pimpinan Militer soal Pelecehan Seksual

  • Jerome Socolovsky

Para pemimpin militer AS mendapat pertanyaan gencar di Senat AS mengenai pelecehan seksual dalam militer (4/6).

Para pemimpin militer AS mendapat pertanyaan gencar di Senat AS mengenai pelecehan seksual dalam militer (4/6).

Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS Selasa (4/6) mengadakan dengar keterangan mengenai pelecehan seksual dalam militer, menyusul laporan Pentagon yang mendapati 26 ribu kasus pelecehan tahun lalu.

Laporan baru-baru ini menuduh militer melindungi predator seksual, dan sebuah laporan baru Pentagon menunjukkan kasus “kontak seksual yang tidak dikehendaki” meningkat 35 persen dalam dua tahun terakhir.

Kedua laporan itu membuat geram anggota DPR terutama anggota DPR perempuan. Beberapa anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat mencecar seluruh petinggi militer laki-laki.

Senator Kristen Gillibrand dari New York mengatakan, "Kalian telah kehilangan kepercayaan laki-laki dan perempuan yang bergantung pada anda, bahwa kalian
akhirnya akan mengadili kasus-kasus ini. Mereka takut melapor. Mereka khawatir karir mereka bisa berakhir. Mereka takut pada pembalasan dan takut disalahkan."

Gilibrand sudah mengajukan RUU yang akan memungkinkan aksi pelecehan seksual dilaporkan ke pengadilan biasa.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Jendral Raymond Odierno setuju tapi memperingatkan bahwa hal itu bisa memperlemah disiplin militer.

Ia mengatakan, "Kalau saya yakin mencabut tanggung jawab para komandan dalam mengatasi pelecehan seksual akan bisa menyelesaikan kejahatan ini, saya akan menjadi penentang anda yang paling keras. Tapi melepaskan para komandan dari tanggung jawab tidak akan berhasil."

Jendral Raymond Odierno berjanji akan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan tapi mengatakan keliru jika “undang-undang saja akan bisa menyelesaikan masalah itu”.

Jawaban itu menyebabkan Senator Claire McCaskill memberi kuliah panjang lebar.

"Ada dua masalah. Yang pertama ada predator seksual yang melakukan kejahatan. Kedua perlu diupayakan lingkungan kerja yang didasarkan pada rasa hormat. Ini bukan isu yang sama. Tanpa mengurangi rasa hormat, Jendral Odierno, kita bisa mengadili pelecehan seksual," ujar McCaskill.

Ia menegur para komandan yang menyalahkan masalah itu pada orang muda yang gandrung seks.

McCaskill menambahkan, "Ini bukan mengenai seks. Ini mengenai dominasi yang disertai penyerangan dan kekerasan, selama kedua hal ini dicampur adukkan anda tidak akan bisa sesukses yang anda inginkan."

Panel itu juga mendengar keterangan mantan Kapten Angkatan Laut Anu Bhagwati yang mengatakan budaya militer sangat mengakar dalam tradisi seks dan apa yang disebut “proses pendewasaan” pada anggotanya.
XS
SM
MD
LG