Tautan-tautan Akses

Koalisi Pemberontak Suriah Rebut Kota Terakhir di Idlib


Seorang anak perempuan di depan gedung yang hancur akibat serangan pasukan pemerintah Suriah di kota Ariha, provinsi Idlib. (Foto: Dok)

Seorang anak perempuan di depan gedung yang hancur akibat serangan pasukan pemerintah Suriah di kota Ariha, provinsi Idlib. (Foto: Dok)

Pemantau hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan pasukan Suriah mundur dari Ariha, Kamis (28/5), setelah bertempur dengan tentara al-Fateh itu.

Koalisi tentara pemberontak Suriah yang dipimpin sebuah cabang al-Qaida telah merebut kota terakhir yang dikuasai pemerintah di provinsi Idlib, yang berbatasan dengan Turki.

Pemantau hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan pasukan Suriah mundur dari Ariha, Kamis (28/5), setelah bertempur dengan tentara al-Fateh itu. Jumlah korban masih belum diketahui.

Al-Fateh adalah koalisi pemberontak yang dipimpin oleh Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaida. Pemimpinnya, Abu Muhammed al-Golani, mengatakan kepada al-Jazeera pekan ini bahwa kelompok itu bertujuan mengalahkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, bukan menyerang Barat.

Dia mengatakan tidak lama lagi pemerintahan Assad akan jatuh. Dia memperingatkan Alawi Suriah, sekte minoritas Assad, bahwa mereka harus meninggalkan agama itu dan menentang Assad untuk menjamin keamanan mereka.

Golani juga membantah keberadaan kelompok Khorasan, dan mengatakan unit yang diduga sebagai bagian dari Front Nusra itu hanyalah nama yang dibuat-buat oleh AS. Pentagon telah melancarkan sebagian serangan udaranya di Suriah untuk menarget Khorasan, mengatakan kelompok itu merencanakan serangan terhadap Barat.

XS
SM
MD
LG