Tautan-tautan Akses

Serangan Udara Tak Cukup untuk Hentikan ISIS


Para pengungsi Muslim Sunni Irak yang meninggalkan kota Ramadi menyeberangi jembatan dan berusaha masuk ke kota Baghdad, Minggu (24/5).

Para pengungsi Muslim Sunni Irak yang meninggalkan kota Ramadi menyeberangi jembatan dan berusaha masuk ke kota Baghdad, Minggu (24/5).

Kemenangan-kemenangan akhir-akhir ini oleh pasukan ISIS di Irak dan Suriah telah menunjukkan bahwa serangan udara saja tidak cukup untuk menghentikan kelompok militan itu.

Sementara negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat tetap segan mengirim pasukan darat untuk bertempur di wilayah itu, sebagian pasukan lokal tampaknya cenderung untuk melarikan diri, daripada menghadapi gempuran lawan.

Bangkitnya ISIS telah memicu lagi krisis pengungsi di Timur Tengah. Puluhan ribu orang melarikan diri dari kekejaman ISIS di Ramadi. Namun, pasukan keamanan Irak melarang mereka masuk ke ibukota Baghdad.

“Komando Operasi Baghdad telah menolak masuknya ratusan ribu keluarga pengungsi dalam jumlah yang begitu besar dan dalam keadaan kacau balau. Proses masuknya keluarga-keluarga pengungsi itu seharusnya dilakukan dengan cara yang teratur," kata Komandan Abdul-Amit al-Shamari.

Wakil Perdana Menteri Irak, Saleh al-Mutlaq memarahi keputusan pasukan pemerintah itu.

"Perilaku ini tidak bisa diterima dan tidak boleh diterapkan dalam cara apapun. Situasinya telah mencapai tahap di mana kita tidak lagi bisa bersabar melihat orang-orang Irak sekarat karena kehausan dan kelaparan,” katanya.

Sementara itu, laporan-laporan dari Suriah mengatakan, pasukan ISIS telah membunuh ratusan penduduk, setelah memasuki kota kuno Palmyra, yang memicu pembicaraan di seluruh dunia mengenai bagaimana menghentikan serangan para militan itu.

Menlu Qatar Khalid bin Mohammad al-Attiyah mengatakan, "Kami selalu mengatakan, serangan udara saja tidak cukup”.

Amerika Serikat mendapat tekanan untuk mengirim pasukan darat ke Irak dan Suriah, tetapi baik pemerintahan Obama maupun sebagian besar rakyat Amerika tidak mendukung perang lagi yang menghabiskan banyak biaya. Pembuat UU dari partai Republik mengecam Presiden Barack Obama karena apa yang mereka sebut, tidak adanya strategi melawan ISIS.

"Laporan-laporan sekarang di Palmyra, Suriah mengatakan bahwa ISIS membunuhi penduduk dan meninggalkan mayat mereka di jalan-jalan. Sementara itu, presiden Amerika mengatakan, musuh terbesar yang kita hadapi adalah perubahan iklim,” ujar Senator McCain.

Sementara, Menteri Pertahanan Amerika, Ashton Carter mengecam pasukan Irak yang lari dan meninggalkan sebagian senjata-senjata berat mereka.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi berjanji bahwa ISIS akan dipukul mundur. "Saya menjamin, kami akan segera merebut kembali Ramadi, dalam beberapa hari," katanya.

Sebuah konsensus yang makin kuat di barat adalah bahwa aksi militer hanya dapat menjadi bagian dari sebuah kampanye komprehensif melawan ISIS.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG