Tautan-tautan Akses

Keluarga Kembali Kunjungi Mary Jane, Terpidana Mati Kasus Narkoba Asal Filipina

  • Munarsih Sahana

Dari kiri ke kanan: Loarence Castillo, ayah Mary Jane Caesar Veloso, anak Mary Jane: Mark Daniel dan Mark Darren, Ny. Celia Veloso dan salahsatu pengacara Mary Jane yang tampak gembira menyiapkan hadiah untuk Mary Jane (VOA/Munarsih).

Dari kiri ke kanan: Loarence Castillo, ayah Mary Jane Caesar Veloso, anak Mary Jane: Mark Daniel dan Mark Darren, Ny. Celia Veloso dan salahsatu pengacara Mary Jane yang tampak gembira menyiapkan hadiah untuk Mary Jane (VOA/Munarsih).

Keluarga dan pengacara Mary Jane Fiesta Veloso Selasa (12/1) mengunjungi terpidana mati kasus narkoba itu di lapas Wirogunan, Yogyakarta. Selain merayakan hari ulang tahunnya, mereka kembali mengimbau agar Mary Jane dikeluarkan dari daftar terpidana hukuman mati.

Keluarga besar Mary Jane Fiesta Veloso – yaitu ayahnya Caesar Veloso, ibunya Celia Veloso dan dua anaknya Mark Darren dan Mark Daniel serta pengacaranya – hari Selasa lalu (12/1) datang langsung dari Filipina untuk mengunjungi dan sekaligus merayakan ulang tahun Mary Jane di lapas Wirogunan, Yogyakarta.

Orangtua Mary Jane membawakan hadiah sejumlah pakaian untuk Mary Jane dan untuk tiga temannya di lapas itu. Mereka menghabiskan waktu selama tiga hari di Yogyakarta. Sebelum bertolak kembali ke Manila Jumat sore (15/1), Loarence Castillo dari Migrante International Filipina mengatakan kepada VOA, tujuan utama kunjungan itu adalah memberikan dukungan dan harapan kepada Mary Jane.

“Tujuan utama kunjungan ini adalah memberikan kesempatan keluarga bertemu Mary Jane. Dari apa yang telah terjadi di penjara dan apa yang diupayakan keluarga, pertemuan itu sangat berharga. Penting untuk memberikan kegembiraan dan harapan kepada Mary Jane meski sebentar. Tentu saja kami mengharapkan kebebasan Mary Jane, juga untuk semua buruh migran yang mengalami nasib buruk,” ujar Loarence Castillo.

Menurut Castillo, proses hukum di Manila terhadap Maria Kristina Sergio dan pasangannya – dua orang yang merekrut Mary Jane secara illegal – masih berlangsung di Manila. Oleh karena itu ia berharap pemerintah Indonesia berkenan memberi pengampunan jika kelak terbukti bahwa Mary Jane merupakan korban perdagangan manusia yang dimanfaatkan jaringan narkoba internasional.

“Paling tidak sekarang sudah ada kejelasan kasus Mary Jane mengalami kemajuan dan kami senang dengan hal itu. Sangatlah penting para perekrut itu dipenjara selamanya agar tidak ada korban lain lagi. Kami terus mendorong pemerintah Filipina bukan hanya untuk mempercepat proses hukum itu tetapi juga melakukan upaya politik terhadap pemerintah Indonesia; misalnya grasi, pengampunan maupun keringanan hukum jika nanti Mary Jane terbukti tidak bersalah,” tambahnya.

Kepala Lapas Wirogunan Zainal Arifin mengatakan belum ada perubahan status hukum Mary Jane maupun kondisi Mary Jane di lapas.

Zainal mengatakan, “Sampai saat ini kasusnya masih sama, terpidana mati. Kita hanya bisa menunggu saja bagaimana selanjutnya. Dia (Mary Jane) baik, bergaulnya baik sekali sama temen-temennya dia, mereka tahu itu”.

Sementara ibu Mary Jane, Celia Veloso mengatakan sangat senang bertemu anaknya selama empat hari berturut-turut.

“Saya sangat bahagia, sungguh menyenangkan bersamanya saat ulangtahun meskipun bukan hari ulangtahun yang sesungguhnya karena sudah terlambat. Itu pertemuan yang sangat menyenangkan untuk mendiskusikan tentang banyak hal,” tutur Celia.

Nyonya Celia Veloso menambahkan, ia sangat ingin anaknya bebas.

“Satu-satunya harapan saya adalah Mary Jane segera pulang ke rumah,” katanya penuh harap.

Loarance Castillo juga mengatakan, dalam kunjungannya di Yogyakarta, rombongan dari Filipina juga berkesempatan secara langsung mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Mary Jane di Indonesia termasuk para aktivis buruh migran. [ms/em]

XS
SM
MD
LG