Tautan-tautan Akses

Karadzic Sampaikan Argumen Penutup pada Peradilan Genosida PBB


Mantan pemimpin Serbia Bosnia, Radovan Karadzic dalam sidang di Den Haag, Belanda (1/10).

Mantan pemimpin Serbia Bosnia, Radovan Karadzic dalam sidang di Den Haag, Belanda (1/10).

Karadzic dikenai 11 dakwaan kejahatan, termasuk pembantaian di Srebrenica, sebuah kota Bosnia, di mana hampir 8.000 lelaki Muslim dewasa dan anak-anak dibunuh oleh pasukan Serbia di bawah komando Jenderal Ratko Mladic.

Mantan pemimpin Serbia Bosnia, Radovan Karadzic, mulai menyampaikan pernyataan penutupnya di depan Mahkamah Kejahatan Internasional bagi bekas Yugoslavia di Den Haag, di mana dia diadili atas dakwaan telah melakukan kejahatan perang, termasuk genosida.

Karadzic, yang bersikeras tidak bersalah, telah meminta maaf kepada para korban, seraya mengatakan dia memikul "tanggungjawab moral" bagi setiap kejahatan yang dilakukan oleh penduduk dan tentara republik Serbia Bosnia.

Karadzic dikenai 11 dakwaan kejahatan, termasuk pembantaian di Srebrenica, sebuah kota Bosnia, di mana hampir 8.000 lelaki Muslim dewasa dan anak-anak dibunuh oleh pasukan Serbia di bawah komando Jenderal Ratko Mladic.

Karadzic, yang tidak didampingi pengacara itu, mulai menyampaikan argumennya di pengadilan hari Rabu dan diberi waktu hingga Kamis.

Hari Selasa (30/9), jaksa penuntut PBB, Alan Tiegar, menyatakan Karadzic harus dihukum penjara seumur hidup, jika didapati bersalah melakukan genosida dan kejahatan-kejahatan lain selama Perang Bosnia tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 100 ribu orang.

Tanggungjawab Karadzic antara lain mengawasi sepenuhnya militer yang dipimpin Mladic, yang juga sedang diadili atas dakwaan genosida di Den Haag. Karadzic bersikukuh tak bersalah dan menyatakan tidak mengetahui pembantaian tahun 1995 di Srebrenica itu.

XS
SM
MD
LG