Tautan-tautan Akses

Kapolda Jateng: Aksi di Berbagai Daerah Kurangi Mobilisasi Massa Hingga 50 Persen

  • Yudha Satriawan

Warga dan aparat keamanan ikut doa bersama aksi 2 Desember di Masjid Agung, Solo (Foto: VOA/Yudha)

Kepolisian Jawa Tengah menyatakan aksi unjuk rasa dan doa bersama yang digelar serentak di berbagai daerah, mengurangi mobilisasi massa yang bergabung aksi 2 Desember di Jakarta.

Dua aksi berlangsung hampir bersamaan di Solo, Jawa Tengah, Jumat siang (2/12). Aksi pertama dilakukan oleh sekitar 5.000 peserta doa bersama di Masjid Agung Solo dan aksi kedua berupa unjuk rasa dengan sekitar 500 peserta dari berbagai ormas Islam dan organisasi kemahasiswaan.

Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo, usai menghadiri doa bersama di Masjid Agung mengatakan aksi 2 Desember di Solo berlangsung aman dan damai meski dengan berbagai aksi yang variatif.

“Ya saya senang semua berlangsung aman, damai, tertib, lancar semuanya. Di Solo ini juga kedatangan Kapolda Jawa Tengah dan Pangdam TNI, berkumpul semua,” kata Achmad Purnomo, Walikota Solo.

Doa bersama ini diikuti sekitar 2.000 aparat keamanan dari TNI maupun POLRI berseragam.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, saat ditemui di Masjid Agung Solo mengatakan aksi unjuk rasa dan doa bersama yang digelar serentak di berbagai daerah di Jawa Tengah itu mampu mengurangi mobilisasi massa yang ikut dalam aksi 2 Desember di Jakarta.

Menurut Condro Kirono, pengurangan jumlah massa yang ikut ke Jakarta hampir 50 persen.

“Aksi seperti ini selain di Solo serentak hari ini juga ada di Pekalongan, Brebes, Demak. Bentuknya doa bersama. Ya kami bersyukur Jakarta aman, Jawa Tengah juga aman. Ya, kita tinggal menunggu kedatangan saudara kita yang ikut aksi di Jakarta menuju ke darah asal, termasuk di Solo, bisa selamat semua. Kalau ada massa yang menggelar aksi serupa di jalan, tidak ada masalah, itu kan bentuk penyampaian aspirasi, menyampaikan pendapat di muka umum, asalkan tetap menjaga ketertiban, persatuan dan kesatuan," kata Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono.

"Kami menerima laporan itu rencana yang ikut aksi ke Jakarta ada sekitar 12 ribu orang dari Jawa Tengah, tapi karena berbagai daerah menggelar doa bersama maupun aksi unjuk rasa serentak yang serupa, kenyataannya yang berangkat ke Jakarta hanya 4.800-an orang,” lanjutnya.

Lebih lanjut Jenderal polisi bintang dua ini mengungkapkan polisi akan mengawal massa yang akan kembali dari Jakarta menuju daerah asalnya di Jawa Tengah.

Data kepolisian menunjukkan dari hampir lima ribu massa asal Jawa Tengah yang ikut ke Jakarta dalam aksi 2 Desember, 2.700 peserta atau separuh lebih di antaranya berangkat dari Solo dengan menggunakan 44 bus dan 41 kendaraan pribadi. Mereka adalah anggota berbagai ormas Islam antara lain Jamaah Ansharu Syariah, Laskar Hizbullah, Laskar Umat Islam, pondok pesantren Al Mukmin Ngruki, dan lain sebagainya.

Aksi 2 Desember berlangsung di Jakarta dan dipusatkan di kawasan Monas. Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut bergabung dalam sholat Jumat bersama massa yang mengikuti aksi tersebut. Aksi berlangsung damai dan tertib, dan massa kemudian membubarkan diri. [ys/lt]

XS
SM
MD
LG