Tautan-tautan Akses

JP Morgan Minta Maaf atas Kerugian 2 Milyar Dolar

  • Michael Bowman

Seorang polisi berpatroli di depan kantor JP Morgan Chase saat dilaksanakan pertemuan tahunan 15 Mei 2012 di Tampa, Florida, yang mengungkapkan kerugian transaksi sebesar 2 milyar dolar.

Seorang polisi berpatroli di depan kantor JP Morgan Chase saat dilaksanakan pertemuan tahunan 15 Mei 2012 di Tampa, Florida, yang mengungkapkan kerugian transaksi sebesar 2 milyar dolar.

Pimpinan bank terbesar di Amerika, JP Morgan, telah meminta maaf atas transaksi berisiko yang menimbulkan kerugian 2 milyar dolar AS.

Wartawan VOA Michael Bowman melaporkan dari Senat, di mana eksekutif JP Morgan Chase, Jamie Dimon menghadapi pertanyaan dari anggota Senat.

Empat tahun lalu terjadi kejatuhan institusi-institusi keuangan terbesar Amerika yang yang memicu dikeluarkannya dana talangan federal besar-besaran dan undang-undang yang dirancang untuk membatasi pengambilan risiko dan, diharapkan bisa menghindari krisis ekonomi lainnya.

Di gedung kongres, berita kerugian-kerugian besar lagi di JP Morgan Chase telah memperbaharui perdebatan tentang eviktivitas reformasi-reformasi tersebut.

Presiden Direktur Jamie Dimon menyatakan penyesalan kepada Komite Perbankan Senat.

"Kami membuat banyak orang kecewa, dan kami minta maaf untuk itu,” kata Dimon.

Dimon menjelaskan bahwa model investasi baru yang dirancang untuk mengurangi transaksi keuangan berisiko justru meningkatkan kemungkinan risiko. Dia mengatakan model itu telah ditinggalkan demi melakukan bisnis dengan cara lama yang telah teruji.

Pada sisi yang lebih baik, Dimon mengatakan, kerugian hanya sebagian kecil dari seluruh asset JP Morgan Chase, yang melebihi $ 1 triliun. Ia memberikan penilaian secara keseluruhan tentang sektor perbankan swasta Amerika:

“Saya berpikir bahwa sejak krisis keuangan tahun 2008 - dan kita senang dengna hal ini yaitu bank-bank ini punya modal lebih banyak. Mereka memiliki lebih banyak likuiditas dan lebih transparan,” kata Dimon.

Sistem perusahaan Amerika yang bebas berkembang berdasarkan pengambilan risiko. Tetapi bagaimana cara terbaik mengelola risiko merupakan perhatian terus-menerus bagi anggota parlemen, seperti dirasakan ketua Komite Perbankan, Senator Tim Johnson.

"Karena faktor risiko tidak dapat dihilangkan dari perekonomian kita, kita bisa dan harus menuntut agar bank mengelola bisnisnya secara serius, dan mempertahankan kontrol yang kuat,” papar Johnson.

Senator senior dari Partai Republik di komite itu, Senator Richard Shelby, menekankan peran penting bank swasta dalam kapitalisme.

“Bank mengambil risiko karena itulah yang mereka lakukan. Biasanya risiko yang mengunutungkan. Mereka memungkinkan rakyat Amerika membeli rumah, masuk perguruan tinggi, dan menabung untuk pensiun,”kata Shelby.

Tapi Shelby menambahkan bahwa pemerintah federal memiliki kepentingan bagaimana bank melakukan bisnis.

“Biasanya, dan saya percaya itu tidak boleh - Kongres tidak boleh campur tangan dalam keputusan oleh bisnis swasta. Namun, karena pemerintah federal menjamin deposito bank, komite ini memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa bank tidak menempatkan pembayar pajak sebagai pihak yang beresiko,” kata Shelby.

Implementasi dalam reformasi keuangan federal sedang berlangsung. Jamie Dimon dari JP Morgan Chase ditanyai apakah reformasi-reformasi tersebut membuat sistem keuangan Amerika lebih aman. Dia mengatakan, dia tidak tahu.
XS
SM
MD
LG