Tautan-tautan Akses

Bank Terbesar AS Rugi 2 Miliar Dolar dalam Investasi Beresiko


Saham JP Morgan Chase merosot tajam hingga hampir tujuh persen pasca diumumkannya kerugian bank terbesar AS tersebut sekitar dua miliar dolar dalam investasi beresiko, Kamis (10/5).

Saham JP Morgan Chase merosot tajam hingga hampir tujuh persen pasca diumumkannya kerugian bank terbesar AS tersebut sekitar dua miliar dolar dalam investasi beresiko, Kamis (10/5).

Saham Bank Terbesar AS, JP Morgan Chase anjlok hampir mencapai tujuh persen di lantai bursa, Kamis (10/5).

Pimpinan JPMorgan Chase, bank terbesar di Amerika, mengungkapkan bahwa bank tersebut baru-baru ini merugi sekitar dua miliar dolar dalam investasi yang rumit dan berisiko, sama seperti transaksi yang turut menimbulkan krisis keuangan tahun 2008, Kamis (11/5).

Jamie Dimon menyebut tindakan bank itu kesalahan yang keterlaluan dan memalukan. Saham JPMorgan turun hampir tujuh persen Kamis sore di bursa. Saham bank-bank lain juga turun tajam.

Transaksi yang rumit oleh JP Morgan, yang dinamakan hedge funds, berfungsi seperti polis asuransi supaya penanam modal terlindung kalau pasaran investasinya turun nilainya. Tetapi, naik turunnya pasaran saham belakangan ini mengakibatkan kerugian investasi itu.

JP Morgan sebelumnya menghindarkan investasi berisiko demikian, yang memungkinkannya muncul dari krisis keuangan tahun 2008 relatif sehat.

Amerika Serikat telah mencatat surplus anggaran yang pertama kalinya dalam empat tahun. Departemen Keuangan AS mengatakan negara itu menerima lebih banyak uang bulan lalu daripada yang dikeluarkannya untuk pertama kalinya sejak September tahun 2008, tidak lama sebelum resesi, Kamis (10/5).

Rakyat Amerika membayar pajak tahunan mereka bulan April, jadi pemasukan yang meningkat itu tidak mengherankan. Amerika juga diperkirakan akan mencatat defisit satu triliun dolar tahun ini.

Beberapa pakar ekonomi yakin surplus pertama dalam hampir empat tahun merupakan pertanda kebangkitan kembali perekonomian Amerika.

Pemerintah juga mengatakan bahwa defisit perdagangan Amerika membesar bulan Maret, karena negara itu mengimpor lebih banyak barang daripada yang diekspornya, hari Kamis (10/5). Peningkatan 52 miliar dolar defisit perdagangan itu adalah kenaikan 14 persen atas defisit bulan Februari.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG