Tautan-tautan Akses

Jerman Larang Kelompok Islamis 'True Religion', Razia Masjid dan Apartemen


Polisi merazia gedung apartemen dekat masjid di Hildesheim, Jerman tengah (8/11).

Polisi merazia gedung apartemen dekat masjid di Hildesheim, Jerman tengah (8/11).

Kanselir Angela Merkel telah mendapat tekanan untuk memperketat keamanan setelah beberapa serangan yang diklaim Negara Islam (ISIS) di seluruh Eropa.

Polisi Jerman melakukan razia pagi buta di seluruh negara hari Selasa (22/11) terhadap sekitar 190 masjid, apartemen dan kantor yang terkait dengan sebuah kelompok Islamis setelah pemerintah melarang organisasi tersebut, menuduhnya melakukan radikalisasi pemuda.

Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan kelompok DWR "True Religion" telah menarik 140 orang untuk bergabung dengan para militan di Irak dan Suriah.

DWR, juga dikenal sebagai "READ! (Baca)" tidak menyebut-nyebut razia itu di lamannya dan tidak dengan segera merespon permintaan untuk komentar. De Maiziere mengatakan kelompok itu memiliki beberapa ratus anggota.

Kanselir Angela Merkel telah mendapat tekanan untuk memperketat keamanan setelah beberapa serangan yang diklaim Negara Islam (ISIS) di seluruh Eropa, termasuk pemboman dan penikaman di Jerman yan gmelukai sekitar 20 orang bulan Juli.

Ia juga dikecam karena menampung sekitar 900.000 migran, sebagian besar Muslim, tahun lalu.

Beberapa warga Suriah di Jerman mengatakan banyak masjid di negara itu lebih konservatif dibandingkan di negara asal mereka, dan bahwa mereka dikonfrontasi oleh para Muslim yang menekankan pada interpretasi al-Quran secara literal.

Bulan lalu, seorang warga Suriah bunuh diri di penjara setelah ditahan atas dugaan merencanakan pemboman bandar udara. Abang dan kawan-kawannya mengatakan ia "dicuci otaknya" oleh imam-imam ultra-konservatif di Berlin.

Badan intelijen domestik Bundesverfassungsschutz memperkirakan ada sekitar 40.000 Muslim radikal di Jerman, termasuk 9.200 Muslim ultra-konservatif atau yang dikenal sebagai Salafis, menurut kepala badan itu, Hans-Georg Maassen, kepada Reuters, Selasa. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG