Tautan-tautan Akses

Jepang Berikan Dua Ton Bahan Kimia Khusus untuk Padamkan Api

  • Fathiyah Wardah

Tampilan layar lebar sebaran asap di Sumatera dan Kalimantan di kantor BNPB, Minggu, 11 Oktober 2015. (VOA/Andylala)

Tampilan layar lebar sebaran asap di Sumatera dan Kalimantan di kantor BNPB, Minggu, 11 Oktober 2015. (VOA/Andylala)

Pemerintah Indonesia menerima bantuan dua ton bahan kimia khusus dari pemerintah Jepang untuk membantu mengatasi kebakaran hutan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri hari Jumat menerima bantuan dari pemerintah jepang dua ton (2000 liter) bahan kimia khusus untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia.

Serah terima bantuan tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengatakan cairan kimia tersebut berupa 100 botol cairan pemadam api bernama Miracle Foam a+, yang masing-masing botolnya berisi 20 liter. Bahan Kimia tersebut akan tiba di Palembang pada Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10).

Dia yakin bahan kimia ini tambahnya akan sangat efektif untuk membantu memadamkan kebakaran yang terjadi meski jumlah bantuan bahan kimia yang diberikan tersebut tidak bisa mengatasi semua wilayah yang terkena kebakaran hutan dan lahan.

Selain memberikan bantuan bahan kimia khusus, pemerintah Jepang tambahnya juga mengirimkan seorang ahlinya melalui Japan International Coorperation Agency (JICA). Pemerintah Jepang kata Tanizaki belum berencana memberikan bantuan berupa uangkepada pemerintah Indonesia dalam mengatasi asap.

"Kami mengirim bahan-bahan khusus untuk memadamkan api.Kami yakin ini sangat efektif untuk memadamkan api. Kami siap meningkatkan kerjasama untuk menangani asap," kata Tanizaki.

Saat ini sudah ada empatnegara yaitu Singapura, Malaysia, Australia dan Jepang yang bantuannya telah diterima pemerintah Indonesia. Malaysia, Singapura dan Australia meminjamkan pesawat mereka untuk memadamkan api di Sumatera dan Kalimantan.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan seluruh pesawat bantuan dari negara tetangga itu ditempatkan di Palembang untuk membantu proses pemadaman di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Termasuk bantuan bahan kimia dari pemerintah Jepang.

BNPB sendiri lanjutnya telah menyiapkan 60 ton bahan kimia untuk pemadaman.

Ketika ditanya perihal berapa jumlah titik api yang berhasil dipadamkan pasca adanya bantuan dari beberapa negara, Sutopo menyatakan belum mengetahuinya karena masih dianalisa.

BNPB sangat berharap pesawat amfibi dari Rusia segera datang untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Pesawat Beriev Be-200 ini mampu mengangkut 15 ribu liter air dan pernah dipakai untuk memadamkan kebakaran hutan di Portugal pada 2007.

"BNPB minta agar pengirimannya juga sampai ke lokasi katakan ke Palembang dan Kalimantan Tengah," ujar Sutopo.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Christiawan Nasir mengatakan pemerintah masih menegosiasikan bantuan dari Rusia dan China.

"Yang dari Rusia itu memang cukup besar, dia hampir 15-20 ribu liter kapasitasnya. Sementara ini belum, sementara ini kita masih dalam tahap diskusi," ujarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis Sumatera Selatan sebagai wilayah yang paling kritis dalam kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Wilayah itu memiliki titik api terbanyak, diikuti oleh Kalimantan Tengah dan Jambi. Akibat kebakaran hutan dan lahan sejak Juni lalu , telah menyebabkan 40 juta orang terpapar asap.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG