Tautan-tautan Akses

Israel: Pernyataan Menlu AS, Kritikan Pedas dan Tidak Diplomatis


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry dalam acara tahunan Forum Saban di Washington DC (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry dalam acara tahunan Forum Saban di Washington DC (Foto: dok).

Para pejabat Amerika Serikat semakin gerah dengan pemerintah Israel karena mengabaikan kecaman resmi Amerika Serikat terhadap pembangunan permukiman di wilayah pendudukan.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat hari Minggu (4/12), digambarkan oleh media Israel sebagai kritikan pedas dan tidak diplomatis.

Di hadapan hadirin yang mayoritas pro-Israel di Washington, John Kerry memperingatkan bahwa negara Yahudi itu “mengarah ke tempat berbahaya” karena kebijakan pemerintahannya terhadap Palestina.

Kerry, yang menjawab pertanyaan dari moderator dan beberapa orang dalam acara tahunan Forum Saban di Brookings Institution, menyebut proses perdamaian yang lama tertunda itu “semakin buruk, dan arahnya keliru.” Media independen, Times of Israel, dalam berita online menggambarkan pernyataan itu sebagai “kritikan pedas.”

Kerry sendiri mengaku cinta Israel dan selama masa jabatannya telah bertemu PM Benjamin Netanyahu selama 375 kali dan berkunjung ke negara itu lebih dari 40 kali. Namun, ia menyebut pernyataan Menteri Pendidikan Israel Natftali Bennet baru-baru ini yang mendukung penghentian solusi dua negara sangat meresahkan.

Kerry mengatakan, menghentikan pertikaian antara Israel dan Palestina masih relevan meski ada pertikaian yang lebih serius di wilayah-wilayah tetangganya, khususnya Suriah dan Irak.

Para pejabat Amerika Serikat semakin gerah dengan pemerintah Israel karena mengabaikan kecaman resmi Amerika Serikat terhadap pembangunan permukiman di wilayah pendudukan.

Terlepas dari hubungan yang tegang itu, kedua pemerintah baru-baru ini menyepakati paket bantuan militer bernilai 38 miliar dolar untuk Israel selama periode 10 tahun. [ab/as]

XS
SM
MD
LG