Tautan-tautan Akses

Iran Serahkan Dokumen Terkait Nuklir di Masa Lalu kepada IAEA


Bendera Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di kantor pusat di Vienna, Austria. (Foto: dok.)

Bendera Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di kantor pusat di Vienna, Austria. (Foto: dok.)

Iran telah menyerahkan kepada badan nuklir PBB, dokumen-dokumen terkait penyelidikan mengenai tuduhan-tuduhan bahwa Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, memenuhi tenggat waktu penting yang berpotensi memuaskan persyaratan bagi keringanan sanksi berdasarkan perjanjian yang dicapai dengan negara-negara besar dunia bulan lalu.

“Iran hari ini memberi IAEA penjelasan tertulis dan dokumen-dokumen terkait sebagaimana disetujui dalam peta jalan untuk menjelaskan isu-isu masa lalu dan isu-isu yang masih ada sekarang ini terkait program nuklir Iran,” kata IAEA hari Sabtu (15/8), membenarkan Iran telah memenuhi tenggat waktu.

Informasi itu juga termasuk penjelasan rahasia yang kecil kemungkinannya berbeda dari bantahan Iran sebelumnya mengenai pengembangan senjata semacam itu.

Tujuan utama perjanjian nuklir 14 Juli lalu adalah menghentikan program nuklir Iran saat ini yang bisa digunakan untuk membuat senjata. Tapi ketentuan-ketentuan lainnya mewajibkan Iran bekerja sama dengan IAEA dalam penyelidikannya atas tuduhan-tuduhan itu.

Penyelidikan itu buntu selama bertahun-tahun dengan Iran menambahkan tuduhan mengenai kemungkinan militerisasi aktivitas-aktivitas nuklirnya di masa lalu didasarkan pada intelijen yang keliru dari Amerika, Israel dan musuh-musuh Iran lainnya.

Tapi Iran dan IAEA bulan lalu setuju untuk menyelesaikan penyelidikan itu menjelang Desember ketika IAEA berencana untuk mengeluarkan penilaian akhirnya mengenai tuduhan-tuduhan itu. Hari Sabtu adalah tenggat waktu bagi Iran untuk memberi badan itu dokumen-dokumen terkait penyelidikan itu dan versi Iran mengenai tujuan mereka.

Para diplomat Barat dari negara-negaraanggota IAEA yang mengetahui penyelidikan itu meragukan Iran akan beralih dari klaim aktifitas-aktivitas nuklirnya bertujuan damai, meskipun para diplomat itu mengatakan bukti menunjukkan sebaliknya.

IAEA mengatakan tidak akan menerima informasi begitu saja tanpa bukti-bukti.

Berdasarkan peta jalan itu, IAEA bisa meminta Iran untuk memberi penjelasan lagi sampai 15 Oktober sehingga IAEA bisa membuat laporan akhirnya menjelang akhir tahun.

Pencabutan sanksi sepenuhnya hanya bisa dilakukan jika IAEA mengatakan Iran tidak hanya telah mematuhi permintaan penjelasan mengenai nuklirnya di masa lalu tapi juga tindakan-tindakan untuk memperkecil program nuklirnya saat ini.

XS
SM
MD
LG