Tautan-tautan Akses

Iran Bertekad akan Membalas Setiap Serangan Apapun


Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kanan) didampingi oleh Dubes Iran untuk PBB, Mohammad Khazaei dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York (26/9).
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kanan) didampingi oleh Dubes Iran untuk PBB, Mohammad Khazaei dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York (26/9).

Deputi Duta Besar Iran untuk PBB Eshagh al-Habib menuduh PM Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan-pernyataan tak berdasar terhadap Teheran.

Iran bertekad akan membalas setiap serangan, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengimbau dunia agar membuat “garis merah dengan jelas” atas program nuklir Teheran.

Deputi Duta Besar Iran untuk PBB Eshagh al-Habib menuduh Netanyahu mengeluarkan “pernyataan-pernyataan tak berdasar” terhadap Teheran, yang bersikeras mengatakan program nuklirnya adalah untuk tujuan damai. Negara-negara berpengaruh di dunia menyatakan Iran sedang berupaya membuat senjata nuklir.

Berbicara di depan Majelis Umum PBB Jumat, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengimbau Iran supaya "jangan lagi mengulur waktu." Ia memperingatkan "stabilitas seluruh kawasan itu dipertaruhkan" karena sengketa yang belum terselesaikan atas program nuklir Iran.

Hari Kamis, Netanyahu memberitahu para delegasi di Majelis Umum PBB bahwa waktu sudah hampir habis bagi dunia untuk menghentikan Iran. Ia menggunakan gambar sebuah bom untuk menjelaskan bahwa “garis merah sebagai batas akhir” harus ditetapkan sebelum Iran merampungkan tahap kedua pengayaan uranium yang diperlukan untuk membuat sebuah bom.

Presiden Amerika Barack Obama berbicara dengan Netanyahu hari Jumat. Presiden Obama menegaskan kembali "komitmen Amerika yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel," dan kedua pemimpin sependapat tentang tujuan bersama untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Kandidat presiden Amerika dari Partai Republik Mitt Romney juga akan berbicara dengan perdana menteri Israel hari Jumat.
XS
SM
MD
LG