Tautan-tautan Akses

Inggris Tentang Rencana Pembentukan Tentara Uni Eropa


Pesawat perang mendarat setelah menyelesaikan misi di Pangkalan Udara Inggris di Akrotiri dekat kota Limassol, Cyprus, 27 September 2014. (Foto: dok.)

Pesawat perang mendarat setelah menyelesaikan misi di Pangkalan Udara Inggris di Akrotiri dekat kota Limassol, Cyprus, 27 September 2014. (Foto: dok.)

Negara-negara Uni Eropa hari Selasa (27/9) tetap mengajukan rencana meningkatkan kerjasama militer sementara Inggris bertekad menentang pembentukan tentara atau markas besar militer Uni Eropa.

Karena Inggris akan keluar dari Uni Eropa, Perancis dan Jerman menjadi ujung tombak gerakan meningkatkan kemampuan Eropa untuk mengelola sendiri operasi keamanannya.

Inggris bersikeras aliansi militer NATO adalah satu-satunya forum keamanan Eropa, dan pada masa lalu negara itu selalu memblokir kerja sama Uni Eropa yang lebih erat.

Menurut Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian "peningkatan kapasitas Eropa dibutuhkan" untuk operasi-operasi Uni Eropa.

Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen bersikeras bahwa "Ini bukanlah tentang pembentukan tentara Eropa."

Pasukan Uni Eropa telah melatih polisi dan pasukan keamanan di Afghanistan, Mali, Somalia dan negara lain, dan baru-baru ini setuju melatih penjaga pantai Libya.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, yang memimpin pembicaraan itu, mengatakan perjanjian Uni Eropa tidak mengizinkan pembentukan tentara Eropa. Menurutnya, kehadiran Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Bratislava adalah tanda bahwa Uni Eropa dan NATO bekerja sama erat.

Stoltenberg menyetujui peningkatan kerjasama NATO dengan Uni Eropa. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG