Tautan-tautan Akses

Inggris Masih Jadi Duri Kerjasama Militer Uni Eropa


Menteri Perrtahanan Inggris, Michael Fallon (Foto: dok).

Menteri Perrtahanan Inggris, Michael Fallon (Foto: dok).

Meskipun baru-baru ini memisahkan diri dari Uni Eropa, Inggris masih akan menentang setiap upaya aliansi itu untuk membentuk pasukan militernya sendiri, kata Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon, Selasa (27/9).

“Kami akan terus menentang gagasan tentang militer Uni Eropa atau markas besar militer Uni Eropa yang hanya akan merusak NATO,” kata Fallon dalam pertemuan Uni Eropa di Bratislava.

Komentar Fallon itu diberikan selagi negara-negara anggota Uni Eropa berusaha menuntaskan sebuah peta jalan baru bagi kerjasama militer aliansi beranggotakan 28 negara itu.

Perancis dan Jerman mendorong proposal itu, yang akan meliputi peningkatan pengeluaran pada misi-misi militer, meningkatkan partisipasi Uni Eropa dalam upaya pemelihaaraan perdamaian di seluruh dunia dan bekerja sama untuk memerangi serangan dunia maya.

Fallon mengatakan ia menentang gagasan militer Uni Eropa, tetapi tidak akan memveto rencana kerjasama militer itu karena apa yang disebutnya “tidak ada mayoritas” untuk mendukungnya.

Inggris telah lama menentang rencana tersebut karena khawatir akan pasukan Eropa yang kuat yang dikendalikan dari Brussels. Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen dan Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian menepis kekhawatiran Fallon itu dan mengatakan tidak ada rencana untuk membentuk militer Eropa.

Fallon mengatakan Inggris akan terus mendukung pertahanan Eropa melalui NATO, meskipunada rencana keluar dari Uni Eropa, dan mengatakan lebih banyak pasukan Inggris akan ditempatkan di Estonia dan Polandia tahun depan. [lt]

XS
SM
MD
LG