Tautan-tautan Akses

Indonesia Ingin Tarik Lebih Banyak Investor Asing untuk Sektor Manufaktur


Pekerja pabrik benang di Bandung.

Pekerja pabrik benang di Bandung.

Kepala BKPM berharap investasi langsung asing (FDI) akan tumbuh 15 persen tahun ini dan sekitar 18 persen pada 2015, lebih rendah dari 22 persen pada 2013.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ingin menarik lebih banyak investasi asing ke dalam sektor manufaktur dan industri-industri bernilai tambah lainnya untuk melepaskan kebergantungan ekonomi terhadap sektor-sektor sumber daya yang rentan.

Serangkaian peraturan diperkenalkan tahun ini yang bertujuan memberikan pemerintah lebih banyak pendapatan dari sektor sumber daya kunci, telah menghambat investasi langsung asing, seperti juga ketidakpastian politik di tengah pemilihan presiden baru yang akan dilantik Oktober.

Kepala BKPM Mahendra Siregar, mengatakan ia berharap investasi langsung asing (FDI) akan tumbuh 15 persen tahun ini dan sekitar 18 persen pada 2015, lebih rendah dari 22 persen pada 2013.

Mahendra mengatakan ia memperkirakan beberapa dari investasi ini datang dari perusahaan-perusahaan di sektor-sektor konsumsi dan manufaktur di beberapa negara termasuk Jepang, Korea Selatan dan China, karena mereka memperlihatkan ketertarikan dalam berinvestasi di Indonesia.

Ia menolak merinci lebih lanjut. Perusahaan-perusahaan yang sejauh ini telah mengumumkan rencana untuk berinvestasi di Indonesia termasuk Samsung Electronics Co Ltd, jaringan makanan siap saji Filipina Jollibee Foods Corp dan produsen teh hijau Thailand Ichitan Group PCL.

Foxconn Technology Group dari Taiwan, pemasok besar bagi Apple Inc, juga mempertimbangkan proyek manufaktur senilai US$1 miliar di Indonesia.

Sentimen investor telah membaik setelah Gubernur Jakarta Joko Widodo terpilih menjadi presiden, namun pertumbuhan FDI sepertinya akan naik dengan lambat sampai Oktober.

Mahendra mengatakan pihaknya akan merekomendasikan pemerintah baru untuk memperkenalkan insentif-insentif pajak untuk investor asing untuk mengembangkan sumber-sumber energi baru seperti panas bumi, pembangkit lisrik tenaga air dan bahan bakar bio (bifuel) karena biaya tinggi.

BKPM juga akan mengusulkan pembuatan "unit satu pintu" untuk mengurangi birokrasi yang tumpang tindih dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk mendapat izin investasi menjadi empat bulan dari lebih dari satu tahun saat ini, tambahnya. (Reuters)

XS
SM
MD
LG