Tautan-tautan Akses

Imbas Harga Minyak Rendah, Kuwait Defisit $18M


Pegawai Kuwait Oil and Petrochemical Industries Union pada hari pertama demo di Ahmadi, Kuwait, 17 April 2016. (Foto: dok.)

Pegawai Kuwait Oil and Petrochemical Industries Union pada hari pertama demo di Ahmadi, Kuwait, 17 April 2016. (Foto: dok.)

Menteri Keuangan Kuwait mengatakan negara pengekspor minyak itu mengalami defisit 18,2 miliar dolar pada tahun fiskal terakhir karena rendahnya harga minyak mengakibatkan pemasukan pemerintah berkurang.

Anas al-Saleh, yang juga menjabat sebagai menteri perminyakan, dikutip Kantor Berita Kuwait hari Minggu mengatakan defisitnya hampir 9 miliar dolar lebih sedikit dibanding angka yang dianggarkan. Tahun baru fiskal di Kuwait dimulai 1 April.

Defisit anggaran Kuwait mencerminkan dampak dari harga minyak yang rendah terhadap para eksportir minyak mentah, terutama negara-negara di Teluk Arab yang bergantung pada penjualan minyak untuk membayar subsidi, tunjangan kesejahteraan dan upah pegawai negeri.

Al-Saleh dikutip mengatakan Kuwait “menghadapi tantangan serius” sehingga perlu melakukan penghematan pembelanjaan, diversifikasi ekonomi, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga Kuwait dan menarik lebih banyak investasi asing. [vm/al]

XS
SM
MD
LG