Tautan-tautan Akses

Clinton Andalkan Ikatan dengan Kota Scranton untuk Menangkan Pemilu


Capres Partai Demokrat AS Hillary Clinton berpidato tentang ekonomi di Warren, Michigan Kamis (11/8).

Capres Partai Demokrat AS Hillary Clinton berpidato tentang ekonomi di Warren, Michigan Kamis (11/8).

Hillary Clinton menghabiskan musim panasnya ketika kanak-kanak di kota kelahiran sang ayah, Scranton. Dua pekan usai dinominasikan sebagai calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, ia akan kembali ke kota tersebut.

Scranton yang terletak di negara bagian Pennsylvania, menjadi tujuan selanjutnya dalam kampanye pilpres yang akan ia gelar 15 Agustus mendatang bersama Wapres Joe Biden yang juga berasal dari kota tersebut.

Paul Cooper, pemilik restoran di kota Scranton, mengenang satu hari pada tahun 1993 ketika ia bertemu Hillary Clinton dan sang suami yang baru terpilih menjadi presiden, Bill Clinton.

“Ia sangat baik hati. Sepengetahuan saya, mereka sangat baik hati dan membumi," kata Cooper.

Clinton menggelar pertemuan di restoran seafood milik Cooper 23 tahun lalu, setelah pemakaman sang ayah, Hugh Rodham, yang lahir di Scranton.

Kota ini telah lama menjadi basis suara Partai Demokrat. Di sisi lain, demografi masyarakat pekerja kulit putih Scranton cocok dengan capres Partai Republik Donald Trump yang memang berusaha merebut suara di sini. Namun menurut pengamat politik Christopher Borick, Trump akan sulit merealisasikannya.

“Saya rasa Scranton tetap merupakan basis kuat Partai Demokrat, apalagi mengingat asal usul Hillary Clinton dan keluarganya. Akan sulit bagi Trump untuk merebut suara di kota yang kental dengan sejarah keluarga Clinton," menurut Borick.

Sosok Hillary Clinton lekat dengan kota ini. Kakeknya bekerja di pabrik tekstil Scranton yang gulung tikar pada tahun 2002 setelah beroperasi lebih dari 100 tahun.

Pabrik-pabrik lain di kawasan Scranton yang juga telah tutup dalam beberapa tahun terakhir, meningkatkan angka pengangguran. Warga asli Scranton, Marty Coar, masih ingat kejayaan kotanya yang pernah disibukkan berbagai aktivitas industri.

“Saya bisa mengantar anda ke 10 pabrik yang terbentang dalam radius 16 kilometer yang kini telah bangkrut. Dulu saya adalah sopir truk yang biasa mengantar logistik industri garmen," ujar Coar.

Sang anak, Marty Coar Junior, kini mengelola restoran keluarganya di dekat kota Dunmore.

Two Brothers Pizza, restoran milik Coar, menjadi berita utama secara nasional setelah Coar menciptakan pizza yang dinamakannya “Madam President” (Ibu Presiden), yaitu pizza dengan saus pedas untuk menyambut kedatangan Clinton ke kota itu April lalu.

Marty tidak tertarik dengan dunia politik, tetapi ia memiliki pesan bagi para politisi.

“Perhatikan masyarakat pekerja. Kami yang membuat Amerika hebat, bukan Trump ataupun Hillary, tetapi rakyat Amerika," kata Coar.

Di tengah memanasnya persaingan kedua capres untuk merebut posisi orang nomor satu di Amerika Serikat, Coar dan jutaan rakyat Amerika berharap kedua kandidat mendengar suara mereka. [rd/lt]

XS
SM
MD
LG