Tautan-tautan Akses

Kampanye: Trump Klaim Terjadi Bias di Media, Clinton Bahas Lapangan Kerja


Capres Partai Republik AS Donald Trump dan capres Partai Demokrat AS Hillary Clinton.

Capres Partai Republik AS Donald Trump dan capres Partai Demokrat AS Hillary Clinton.

Kedua kandidat presiden AS berkampanye di negara-negara bagian di mana populasi masih belum menentukan pilihan.

Kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton kembali ke Iowa, di mana ia berharap dapat menarik para pemilih dengan rencananya untuk mendongkrak perekonomian. Kandidat Partai Republik Donald Trump membuktikan dia kebal terhadap kritik, meskipun ditinggalkan oleh sebagian anggota partainya.

Berita-berita utama pada hari Selasa (9/8) menyatakan kekhawatiran atas saran Trump kepada "Second Amendment people" atau “kelompok Amandemen Kedua” yang berarti para pemilik senjata api, bahwa mereka mungkin dapat mencegah penunjukan hakim agung oleh Clinton.

Banyak pihak memandang pernyataan itu sebagai himbauan untuk kekerasan, tapi sebagian pemilih berbeda pendapat, termasuk Alex Yankovskiy dari New York yang menertawakan hal itu.

"Bagaimana ya… saya minta maaf. Kedengarannya agak aneh. Dia selalu mengatakan sesuatu seperti itu, seperti sengaja. Apakah menurut Anda itu sengaja? Saya tahu. Saya pikir dia hanya memancing emosi rakyat, seperti biasa. Dia seorang adalah orang yang suka berkobar-koar. Sejujurnya, satu-satunya alasan mengapa saya akan memberikan suara untuk Hillary Clinton adalah karena fakta bahwa Trump tidak masuk akal dengan apa yang dikatakannya," katanya.

Sementara pendukung Trump segera menyangkal bahwa maksudnya kekerasan. Kandidat Partai Republik itu mengatakan kepada hadirin dalam kampanye di Virginia agar jangan mempercayai pers.

"Harian New York Times menurunkan sebuah cerita, dan ini agak menakjubkan. Mereka benar-benar mengatakan - kami sangat membenci dia Kami akan bias," ujar Trump.

Trump menyatakan bahwa media berita sebagian besar mengabaikan pengungkapan terbaru email Hillary Clinton dari masa jabatannya sebagai menteri luar negeri. Dia mencatat bahwa beberapa media mengangkat pertanyaan tentang hubungan Departemen Luar Negeri dengan Clinton Foundation, yayasan yang dipimpin oleh mantan presiden Bill Clinton.

"Beberapa yang sangat buruk muncul dan itu disebut suap. Dan beberapa diantaranya benar-benar buruk, dan illegal. Jika itu benar, itu ilegal," tambahnya.

Clinton mengatakan Trump telah terbukti berkali-kali bahwa ia tidak memiliki temperamen yang cocok untuk menjadi panglima tertinggi militer Amerika Serikat. Dalam kunjungan ke Iowa Rabu, ia melanjutkan fokus pada perekonomian.

"Saya orang yang percaya bahwa jika kita menggarap infrastruktur dan kita melakukan pekerjaan-pekerjaan energi terbarukan yang bersih, kita akan berada pada jalan menuju perekonomian abad ke-21 yang akan berguna untuk semua orang, bukan hanya orang-orang yang ada di atas," kata Clinton.

Clinton mengatakan rencana ekonominya akan menciptakan lebih dari 10 juta pekerjaan baru. [as/lt]

XS
SM
MD
LG