Tautan-tautan Akses

Hentikan Gelombang Migrasi, Para Pemimpin Uni Eropa Pertimbangkan Aksi Militer


Kapal penjaga pantai Italia Bruno Gregoretti, mengangkut migrant yang selamat dari musibah kapal tenggelam di lepas pantai perairan Libya, Sabtu, 20 April 2015 (Foto: dok).

Kapal penjaga pantai Italia Bruno Gregoretti, mengangkut migrant yang selamat dari musibah kapal tenggelam di lepas pantai perairan Libya, Sabtu, 20 April 2015 (Foto: dok).

Para kepala negara Uni Eropa diperkirakan akan menggandakan pendanaan bagi patroli perbatasan Uni Eropa di laut Tengah dan sebuah proyek percobaan untuk memukimkan kembali para pengungsi.

Para kepala negara Uni Eropa bersidang di Brussel, hari Kamis, membahas berbagai pilihan, termasuk tindakan militer, untuk menghentikan mengalirnya pengungsi yang berusaha mencapai Eropa lewat laut. Hal itu dipertimbangkan setelah sekitar 900 migran tewas sewaktu kapal mereka terbalik hari Minggu di lepas pantai pulau Lampedusa, Italia. Hanya 28 penumpang yang berhasil diselamatkan.

Di antara beberapa proposal yang diajukan adalah langkah untuk mengidentikasi, menguasai dan menghancurkan kapal-kapal yang digunakan oleh para pedagang manusia itu, yang acapkali memakai kapal-kapal reyot, sarat dengan orang-orang yang melarikan diri dari konflik dan kesusahan di Afrika, Timur Tengah dan Asia.

Para pemimpin itu juga diperkirakan akan menggandakan pendanaan bagi patroli perbatasan Uni Eropa di laut Tengah dan sebuah proyek percobaan untuk memukimkan kembali para pengungsi dari negara-negara Laut Tengah di negara-negara lain di lingkungan Uni Eropa.

Rancangan pemukiman kembali itu dilaporkan disediakan bagi sekitar 5.000 pengungsi, hanya fraksi kecil dari gelombang migran yang membanjiri pantai-pantai Eropa dari Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

XS
SM
MD
LG