Tautan-tautan Akses

Hadiah Nobel Sastra untuk Bob Dylan Kejutkan Penggemarnya 


Musisi Rock Bob Dylan di Wiltern Theatre, Los Angeles, 5 Mei 2004. (REUTERS/Rob Galbraith/Files)

Swedish Academy mengejutkan dunia dengan keputusannya menganugerahkan Hadiah Nobel Sastra untuk penyanyi dan penulis lagu Amerika Bob Dylan.

Dylan berada jauh di peringkat bawah dalam daftar mereka yang diperkirakan meraih Nobel Sastra, yang juga mencakup novelis Amerika Don de Lillo dan Philip Roth. Para penggemar ikon budaya Amerika ini merayakan kemenangan Dylan itu. Tetapi sebagian pengkritik, termasuk penggemar musiknya, meyakini pilihan ini tidak wajar. Berikut laporan wartawan VOA Zlatica Hoke selengkapnya.

Musisi legendaris Bob Dylan meraih Hadiah Nobel Sastra tahun ini.

“Hadiah Nobel Sastra untuk tahun 2016 dianugerahkan kepada Bob Dylan yang telah menciptakan ekspresi-ekspresi puitis baru dalam tradisi lagu Amerika yang luar biasa,” kata Professor Sara Danius, Sekretaris Tetap Swedish Academy Sara Danius di Stockholm, Kamis (13/10).

Dylan telah dispekulasikan meraih Nobel selama bertahun-tahun. Tetapi sedikit saja pakar yang memperkirakan Academy akan memberikan penghargaan bergengsi ini ke suatu genre seperti musik pop. Penyanyi dan penulis lagu berusia 75 tahun yang terlahir dengan nama Robert Allen Zimmerman ini memulai karier musiknya pada tahun 1959, dengan tampil di kedai-kedai kopi di Minnesota.

Karier Dylan membentang lebih dari setengah abad dan memikat orang-orang dari semua generasi. Para penggemar menyatakan penghargaan itu patut diperolehnya.

Bereaksi atas penghargaan bergengsi untuk penyanyi legendaris itu, seorang warga di Kota New York mengatakan:

"Ia seorang penulis lagu yang kreatif dan sangat bagus, pelukis, penyanyi, gitaris. Saya kira ia patut mendapatkannya," reaksi seorang warga New York atas penghargaan bergengsi untuk penyanyi legendaris itu.

"Fantastis sekali ia dan semua usaha yang ia lakukan dalam menyajikan musik luar biasa selama 50 tahun lebih," kata seorang warga lainnya.

Dylan telah menerima berbagai penghargaan musik dan memiliki pengagum di kalangan orang-orang seperti Presiden Barack Obama dan pesohor seperti bintang Hollywood Tom Hanks.

“Ia membentuk generasi kita dan menurut saya ia juga membentuk respons artistik, tanggung jawab seniman, semata-mata dengan bersikap sungguh-sungguh terhadap keinginannya menyampaikan kebenaran dalam bentuk lagu. Dan sampai sekarang pun ia masih terus menulis lagu," kata Tom Hank, aktor film.

Tetapi bagi banyak orang, Dylan adalah seorang musisi dan bukan penulis. Media sosial Kamis riuh mempertanyakan dan bahkan meremehkan kemenangannya.

Kontroversi itu merupakan hal baik, kata Profesor Steven Rings, guru besar musik di University of Chicago yang mengajar mata kuliah mengenai Dylan.

“Menurut saya tekanan terhadap pendapat mengenai apakah kesusastraan itu sangat penting dan benar-benar tepat waktu, untuk mengkaji ulang pemikiran bahwa Bob Dylan pada dasarnya adalah seorang penyanyi dan penulis lagu, dan bahwa momen sastrawi dalam proses menulis lagu sangatlah penting,” kata Steven Rings, kata dosen musik dari Universitas Chicago.

Jadi bisakah kita mengharapkan seseorang seperti penyanyi pop dan penulis lagu Amerika Katy Perry meraih Hadiah Nobel kelak? Belum tentu, ujar Rings.

“Kalau Bob Dylan, ia memang bisa mendapatkan Hadiah Nobel dalam bidang kesusastraan. Ini berbeda sekali dengan memberikannya kepada musisi biasa lainnya pada era pascaperang,” kata Steven Rings, kata dosen musik dari Universitas Chicago.

Naskah tulisan tangan Bob Dylan berisi lagunya Like a Rolling Stone telah terjual lebih dari 2 juta dolar dalam suatu pelelangan. Ini adalah naskah musik rock paling mahal yang terjual dalam lelang. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG