Tautan-tautan Akses

Filipina Kerahkan Bantuan untuk Atasi Dampak Topan Bopha

  • Simone Orendain

Tim PBB menyatakan kematian terbesar oleh topan Bopha adalah karena tanah longsor. (AP/Bullit Marquez).

Tim PBB menyatakan kematian terbesar oleh topan Bopha adalah karena tanah longsor. (AP/Bullit Marquez).

Pejabat Filipina mengatakan bantuan dari militer, badan kemanusiaan, dan pemerintah lokal diupayakan sepenuhnya untuk menanggulangi Topan Bopha.

Badan Pertahanan Sipil Filipina mengatakan sedikitnya 5,4 juta orang terkena dampak buruk Topan Bopha, yang memporakporandakan rumah-rumah, menyelimuti kota-kota dengan lumpur, dan memusnahkan ribuan hektar tanaman pangan. Badan itu mengatakan topan tersebut sejauh ini telah menyebabkan kerusakan senilai US$150 juta pada infrastruktur dan pertanian.

Wakil tim Penilai dan Penanggulangan Bencana PBB, Imogen Wall, mengatakan badan itu telah mendatangi wilayah-wilayah yang mengalami bencana terparah. Di Compostela Valley, di mana kematian terbesar yang tercatat disebabkan oleh tanah longsor, Wall mengatakan orang bukan hanya kehilangan anggota-anggota keluarga dan rumah.

Wall mengatakan, PBB sedang menyiapkan imbauan agar membantu berbagai badan kemanusiaan yang mengupayakan makanan, tempat perlindungan, air bersih, dan generator pembangkit listerik di wilayah-wilayah yang terkena bencana paling parah.

Pada Minggu (9/12), Badan Pertahanan Sipil menambah daftar nama ratusan orang yang hilang yang saat ini sudah mencapai 800. Kepala badan itu, Benito Ramos, mengatakan, kebanyakan yang hilang adalah nelayan yang sedang berada di laut di sebelah timur lepas pantai Mindanao.

Ia mengatakan, semua cabang angkatan bersenjata dan polisi bekerja tanpa henti untuk mencari mayat dan, mungkin, orang-orang yang masih hidup.

“Sudah banyak sekali sukarelawan datang dari tempat-tempat seperti Otorita Pembangunan Manila Metropolitan and pemerintah provinsi,” paparnya.

Ramos mengatakan lima provinsi meningkatkan upaya bantuan militer, khususnya di wilayah yang terkena bencana terparah untuk menjangkau wilayah-wilayah. Ia mengatakan pemerintah-pemerintah lokal juga mengirim peti mati ke daerah itu.

Ramos mengatakan karena jumlah yang hilang hampir mencapai 1.000, ia memperkirakan jumlah korban akibat badai ini melebihi Badai Tropis Washi tahun lalu yang mengakibatkan lebih dari 1.200 orang tewas, juga di Mindanao.

Topan Bopha yang alurnya seperti bumerang keluar dari Filipina. Topan itu meninggalkan provinsi Palawan bagian barat Rabu dan menuju ke Laut Cina Selatan, tetapi mengitari wilayah timur laut dan menurunkan hujan di Filipina utara. Biro Prakiraan Cuaca Filipina mengatakan badai itu berubah menjadi depresi tropis, yang menurut Ramos, tidak mengakibatkan kerusakan.
XS
SM
MD
LG