Tautan-tautan Akses

Erdogan akan Ajukan Ulama Fethullah Gulen ke Muka Hukum


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) diterima oleh PM Pakistan Nawaz Sharif sebelum pembicaraan di Islamabad, Kamis (17/11).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) diterima oleh PM Pakistan Nawaz Sharif sebelum pembicaraan di Islamabad, Kamis (17/11).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan menyeret ke pengadilan Fethullah Gulen (75 tahun), ulama Muslim oposisi yang tinggal di AS atas tuduhan merencanakan kudeta yang gagal.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah bertekad akan menyeret ke pengadilan dan menghukum seorang ulama Muslim oposisi yang tinggal di Amerika, yang ia tuduh merencanakan kudeta 15 Juli yang gagal di negaranya.

Erdogan berbicara hari Kamis (17/11) di Pakistan setelah pembicaraan resmi dengan Perdana Menteri Nawaz Sharif. Ia kemudian berpidato di hadapan sidang gabungan khusus parlemen Pakistan.

“Sekarang sudah jelas bahwa di balik upaya kudeta 15 Juli ini ada Organisasi Teroris Gulenis dan pemimpinnya tinggal di negara bagian Pennsylvania, Amerika,” kata Erdogan yang merujuk pada Fethullah Gulen dan gerakan Hizmet pimpinan Gulen yang anti-pemerintah Turki.

Gulen, mantan sekutu Erdogan yang mengasingkan diri di Pennsylvania sejak 1999, telah berulangkali membantah terlibat dalam upaya kudeta.

Ulama Sunni ini biasa berkotbah dengan membawa pesan mengenai dialog antaragama. Ia mengoperasikan hampir 2.000 lembaga pendidikan di berbagai negara.

Turki telah meminta Gulen untuk diekstradisi. Presiden Amerika Barack Obama telah menyatakan bahwa ulama tersebut hanya diekstradisi jika melalui permohonan yang dapat dibenarkan dan telah melalui proses hukum.

Penindakan keras terhadap para pengikut Gulen telah berlangsung di seantero Turki sejak Juli dan Erdogan telah mendesak negara-negara lain, termasuk Pakistan, agar menutup lembaga yang terkait ulama itu di wilayah mereka.

Penindakan itu menyebabkan dipecatnya lebih dari 100 ribu orang dari pekerjaan mereka, termasuk akademisi dan wartawan. Sekitar 35 ribu orang lainnya, termasuk perwira militer dan politisi oposisi telah ditangkap karena dicurigai memiliki kaitan dengan Gulen.

Erdogan membela tindakan itu hari Kamis dengan mengatakan para pengikut Gulen telah aktif di Turki selama lebih dari 40 tahun dan telah menyusup ke angkatan bersenjata, kepolisian, pengadilan dan seluruh kementerian Turki. Ia menambahkan bahwa sekitar 250 orang tewas pada malam kudeta yang gagal. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG