Tautan-tautan Akses

AS

Ekonom Turunkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi AS


Presiden AS Barack Obama berbicara mengenai lapangan pekerjaan dalam kunjungan ke perusahaan teknologi baru 1776 di Washington (3/7). (Rueters/Kevin Lamarque)

Presiden AS Barack Obama berbicara mengenai lapangan pekerjaan dalam kunjungan ke perusahaan teknologi baru 1776 di Washington (3/7). (Rueters/Kevin Lamarque)

Perkiraan rata-rata pada kuartal kedua turun menjadi 3 persen, menurut survei yang dikeluarkan Jumat oleh National Association for Business Economics.

Ekonom Amerika mengubah drastis perkiraan pertumbuhan untuk kuartal April-Juni dan 2014, kendati tetap optimis ekonomi akan membaik dari kuartal pertama yang buruk.

Perkiraan rata-rata pada kuartal kedua turun menjadi 3 persen, menurut survei yang dikeluarkan Jumat oleh National Association for Business Economics. Angka ini turun dari 3.5 persen pada survei Juni.

Pertumbuhan 2014 secara keseluruhan hanya akan sebesar 1.6 persen, begitu perkiraan mereka, yaitu jauh dibawah perkiraan sebelumnya sebesar 2.5 persen. Jika tepat, maka pertumbuhan tahun ini akan menjadi yang paling lemah sejak Resesi Besar.

Perkiraan 2014 yang rendah ini, sebagian besar mencerminkan dampak kontraksi pada kuartal pertama. Ekonomi menyusut 2.9 persen per tahun, yang merupakan penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir ini. Penurunan ini akan sangat mempengaruhi ekonomi tahun ini, walaupun pertumbuhan tetap pada tingkat 3 persen atau lebih, yang diperkirakan sebagian besar ekonom.

Para ekonomi menurunkan perkiraan untuk kwartal kedua terutama karena mengharapkan tingkat konsumsi yang sedang saja. Mereka sekarang mengharapkan konsumsi tumbuh hanya 2.3 persen per tahun pada kwartal kedua, yaitu turun dari perkiraan 2.9 persen pada Juni.

Konsumsi meningkat hanya 1 persen pada kwartal pertama, sebuah kenaikan terendah dalam empat tahun terakhir, pertanda bahwa konsumen masih enggan berbelanja dengan bebas.

Faktor lain yang mempengaruhi kwartal pertama adalah: penurunan tajam ekspor yang memperlebar defisit perdagangan nasional yang merupakan separuh kontraksi yang terjadi. Ekspor mulai membaik pada Mei dan perdagangan sepertinya tidak menjadi beban yang besar pada kuartal kedua.

Namun survei yang dilakukan lembaga NABE menyatakan bahwa ekonom berharap ekspor naik hanya 2.5 persen tahun ini, yaitu turun dari perkiraan Juni sebesar 3 persen. Angka yang lebih lemah ini mencerminkan ekonomi yang buruk di Eropa dan pertumbuhan yang melambat di China.

Meski ada penurunan dalam perkiraan, survei ini mengatakan bahwa ekonom sepertinya optimis untuk sisa tahun ini. Para analis menyatakan bahwa penurunan pada kwartal pertama disebabkan faktor-faktor yang bersifat sementara, seperti musim dingin yang buruk dan sangat lambatnya pengadaan persediaan. Apabila bisnis lambat dalam pengadaan persediaan, maka hal ini akan memperlambat permintaan barang manufaktur dan mengurangi produksi.

Jack Kleinhenz, presiden asosiasi dan kepala ekonom pada National Retail Federation, mengatakan bahwa data ekonomi terakhir lainnya, terutama mengenai penerimaan pekerjaan, adalah positif. Pemberi kerja telah merekrut rata-rata 230,000 pekerja per bulan tahun ini, yang merupakan salah satu indikasi terbaik sejak resesi.

Selain itu, konsumen lebih percaya diri dan pemotongan belanja pemerintah serta kenaikan pajak juga menjadi faktor yang mengurangi beban pertumbuhan. Pada 2013, pajak Social Security jatuh tempo dan pemerintah mengurangi belanja. Dampak secara menyeluruh ini, memperlambat pertumbuhan sebesar 1.5 poin, demikian perkiraan para ekonom.

``Banyak faktor fundamental yang mendukung pertumbuhan,'' kata Kleinhenz.

Hasilnya, ke 50 ekonom yang menanggapi survei ini melihat bahwa risiko terjadinya resesi tahun ini, adalah rendah. Enam puluh persen mengatakan kemungkinan terjadinya resesi adalah dibawah 10 persen, dan lebih dari 90 persen mengatakan kemungkinannya dibawah 25 persen.

XS
SM
MD
LG