Tautan-tautan Akses

2 Warga Arab Tembaki Stasiun Bis di Yerusalem, 1 Tewas


Polisi Israel memeriksa kartu identitas warga Palestina saat mereka keluar dari distrik Issawiyeh yang merupakan kediaman warga etnis Arab di Yerusalem, Minggu (18/10)/

Polisi Israel memeriksa kartu identitas warga Palestina saat mereka keluar dari distrik Issawiyeh yang merupakan kediaman warga etnis Arab di Yerusalem, Minggu (18/10)/

Dua penyerang Arab melepaskan tembakan di sebuah stasiun bis kota Yerusalem, hari Minggu (18/10).

Dua penyerang Arab hari Minggu (18/10) melepaskan tembakan di sebuah stasiun bis kota di bagian selatan Israel, menewaskan seorang warga Israel dan melukai enam lainnya dalam gelombang aksi kekerasan paling berani sebulan terakhir ini.

Serangan ini terjadi ketika Israel meningkatkan keamanan di seluruh negara itu, yang ditandai dengan pembangunan tembok pembatas yang memisahkan pemukiman Yahudi dan Arab di Yerusalem Timur. Dalam upaya mencegah konflik itu, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry di Paris mengatakan akan bertemu dengan pemimpin-memimpin Israel dan Palestina dalam beberapa hari mendatang.

Israel telah menempatkan ribuan polisi – yang didukung tentara – untuk menjaga ketertiban setelah terjadinya serangkaian serangan, terutama aksi penikaman, oleh warga Palestina. Langkah-langkah itu sejauh ini gagal menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Dalam serangan Minggu malam, polisi mengatakan dua penyerang memasuki stasiun bis kota di kota Beersheba di selatan Israel, serta mulai menembaki dan menikam orang-orang. Mereka mengatakan seorang laki-laki Israel tewas dan enam lainnya – termasuk empat polisi – luka-luka.

Juru bicara polisi Doron Ben-Hamo mengatakan kepada stasiun televisi Channel 12 bahwa seorang penyerang tampaknya menikam seorang warga sipil dan mencuri senjata yang dibawanya. Seorang penyerang tewas tertembak, sementara penyerang kedua tertembak dan luka-luka. Rincian kondisinya masih belum diketahui.

Dalam satu bulan terakhir ini, sembilan warga Israel tewas akibat serangan warga Palestina – sebagian besar tindakan penikaman. Pada saat bersamaan 41 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel – termasuk 20 orang yang dituduh Israel sebagai penyerang – dan sisanya akibat bentrokan dengan pasukan Israel.

Serangan setiap hari ini menimbulkan kepanikan di seluruh Israel dan meningkatkan kekhawatiran di kawasan akan terjadinya gelombang aksi kekerasan baru.

Serangan itu dipicu isu bahwa Israel akan mengambilalih Jerusalem – kota paling suci dimana di bagian puncaknya terdapat Temple Mount dan masjid Al Aqsa – masjid ketiga tersuci di dunia yang menjadi simbol penting bagi warga Palestina.

Israel telah menyangkal tuduhan itu dengan mengatakan tidak berencana mengubah status quo lokasi dimana orang Yahudi diijinkan berkunjung tetapi tidak untuk berdoa disana. Israel menuduh Palestina memicu aksi kekerasan lewat tuduhan-tuduhan palsu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (18/10) mengatakan pemerintahnya akan mulai menyelidiki keuangan Gerakan Islam di Israel, kelompok yang dituduhnya telah menjadi penghasut aksi kekerasan baru-baru ini. “Israel tidak bermasalah dengan Temple Mount, Israel adalah solusi”, ujar Netanyahu pada kabinetnya. “Kita akan melindungi status quo, kita satu-satunya yang akan melakukan hal ini dan akan melanjutkannya secara bertanggungjawab dan serius”. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG