Tautan-tautan Akses

Rusia Bebaskan 2 Aktivis Anti Pelantikan Putin


Alexei Navalny bersama isteri dan puteranya, dikelilingi para pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara.

Alexei Navalny bersama isteri dan puteranya, dikelilingi para pendukungnya setelah dibebaskan dari penjara.

Dua aktivis terkemuka Rusia dibebaskan setelah dipenjara 15 hari karena berdemonstrasi menentang pelantikan Presiden Valdimir Putin.

Aktivis anti-korupsi Alexei Navalny dan politisi berhaluan kiri Sergei Udaltsov dipenjara tanggal 9 Mei.

Navalny mengatakan tempat tidur besi dan bubur tidak membuatnya gentar. Ia mengatakan jika ia harus dipenjara dua kali atau 20 kali lagi, ia yakin sanggup melakukannya, sebagaimana ribuan lainnya. Ia mengatakan, kejadian-kejadian pada beberapa hari lalu tidak diragukan menunjukkan, ada orang-orang yang siap melindungi hak-hak mereka, dan tidak gentar dengan tekanan-tekanan yang dilakukan pemerintah.

Ratusan ribu aktivis turun ke jalan dalam demonstrasi terbesar sejak runtuhnya Uni Soviet. Mereka memrotes kemenangan Partai Rusia Bersatu pimpinan Putin dalam pemilihan parlemen Desember lalu. Para demonstran mengatakan partai itu menang dengan melakukan kecurangan surat suara, tuduhan yang disangkal kuat. Mereka juga menyatakan Putin memenangkan jabatan ketiga yang belum pernah terjadi di Kremlin dengan korupsi dan sistem politik yang dikendalikan secara ketat.

Navalny mengatakan jelas, rakyat kebanyakan tidak senang dengan kepemimpinan Putin setidaknya dalam enam tahun mendatang.

Ia mengatakan ini adalah petunjuk jelas yang memperlihatkan rakyat memang benar. Ia mengatakan mereka bertindak benar untuk melindungi hak-hak mereka dan melawan apa yang disebutnya rejim yang memuakkan, menjijikkan dan korup.

Banyak analis mengatakan Putin tidak banyak berbuat untuk memenuhi tuntutan demonstran, yang termasuk sistem politik yang transparan. Ia bahkan mengolok-olok mereka dan mengatakan bahwa ia mengira pita putih yang mereka kenakan sebagai tanda solidaritas terhadap kampanye anti-AIDS. Putin juga menyebut mereka memanjakan kelompok muda dan kaki tangan Barat.

Meskipun kurang ada reaksi nyata dari Kremlin terhadap tuntutan para demonstran, mereka mengatakan akan terus berjuang.

Navalny mengatakan lagi, adalah pandangan pribadinya bahwa Rusia perlu mengadakan demosntrasi nasional besar pada tanggal 1 September, dan ia akan pergi ke komite penyelenggara dengan usulnya.

Sementara itu, Putin baru-baru ini mengangkat kepala polisi Moskow Vladimir Kolokoltsev sebagai menteri dalam negeri. Banyak analis mengatakan ini adalah pertanda jelas bahwa Putin tidak berencana memenuhi tuntutan oposisi.
XS
SM
MD
LG