Tautan-tautan Akses

DPR AS Setujui RUU Kompromi Kenaikan Pagu Utang


Ketua DPR AS, John Boehner saat memberikan keterangan pers di gedung Kongres AS (1/8).

Ketua DPR AS, John Boehner saat memberikan keterangan pers di gedung Kongres AS (1/8).

Dalam pemungutan suara Senin malam, 269 anggota DPR AS telah menyetujui kesepakatan itu, sementara 161 menentang.

DPR Amerika telah menyetujui kesepakatan kompromi untuk menaikkan plafon utang negara dan mengurangi anggaran belanja, sehari sebelum pemerintah sempat menunggak utangnya.

Dalam pemungutan suara Senin malam, 269 anggota DPR AS menyetujui kesepakatan itu, sementara 161 anggota DPR menentangnya.

Rancangan tersebut memungkinkan Amerika Serikat meneruskan peminjaman uang untuk membayar semua rekeningnya sementara memotong kira-kira 1 triliun dolar pengeluaran dalam 10 tahun mendatang.

Rancangan itu hanya mendapat dukungan yang kurang bersemangat pada umumnya. Sebagian kaum konservatif mengatakan rancangan itu tidak memotong cukup besar pengeluaran, dan kaum Liberal mengeluh pemotongan itu terlalu besar dan rancangan tersebut tidak menaikkan pajak golongan kaya.

Tetapi, hampir semua anggota Kongres mengatakan paket tersebut lebih baik daripada Amerika Serikat terpaksa menunggak utangnya. Senat Amerika berencana mengadakan pemungutan suara mengenai rancangan itu hari ini, dan para tokoh kedua partai mengatakan mereka memperkirakannya akan lolos. Rancangan tersebut kemudian diajukan kepada Presiden Barack Obama untuk ditanda-tangani.

Paket itu adalah kompromi antara fraksi demokrat dan Republik dan Gedung Putih. Rancangan itu dibuat setelah berbulan-bulan pertikaian dan kemacetan politik yang mendorong Washington ke ambang kegagalan membayar utangnya yang sangat besar itu.

Disamping memotong pengeluaran, Obama mengatakan kesepakatan itu membentuk panel yang mewakili kedua partai dalam Kongres guna membertimbangkan pemotongan pengeluaran lebih jauh 1,5 triliun dolar lagi.

Obama juga mengatakan bahwa semua aspek akan turut dipertimbangkan, termasuk soal kenaikan pajak dan pemotongan program kesejahteraan sosial seperti Medicare. Kalau panel itu gagal mencapai persetujuan, kesepakatan tersebut mengharuskan pemotongan pengeluaran otomatis.

XS
SM
MD
LG