Tautan-tautan Akses

AS

Demokrat Cabut Hak ‘Filibuster’ dalam Senat AS


Gedung Capitol di Washington, DC. (Foto: Dok)

Gedung Capitol di Washington, DC. (Foto: Dok)

Para Senator dengan suara 52 lawan 48 mendukung perubahan peraturan yang telah berlaku di Senat Amerika selama 200 tahun.

Pihak Demokrat di Senat Amerika melakukan tindakan bersejarah Kamis (22/11) dengan mengubah peraturan yang sebelumnya memungkinkan kaum Republik menghambat pengangkatan hakim dan pejabat pemerintahan Obama.

Para Senator dengan suara 52 lawan 48 mendukung perubahan peraturan yang telah berlaku di Senat selama 200 tahun.

Peraturan baru itu mengurangi dari 60 menjadi 51 jumlah suara yang dibutuhkan dalam Senat yang beranggotakan 100 orang itu untuk menghilangan hambatan prosedur yang disebut “filibuster.”

Filibuster merupakan tradisi lama siasat prosedur mengulur-ulur waktu yang digunakan partai atau fraksi minoritas untuk menghambat rancangan undang-undang atau pengukuhan calon-calon menteri atau duta besar atau hakim yang diajukan presiden.

Partai oposisi kadang-kadang menggunakan filibuster untuk menghambat calon yang diajukan Presiden untuk jabatan eksekutif dan yudikatif. Golongan Republik telah menggunakan filibuster ini untuk menghambat banyak calon yang diajukan oleh Obama.

Presiden berterimakasih kepada rekan-rekannya, sesama anggota Demokrat. Ia menyebut filibuster yang digunakan fraksi Republik sebagai taktik yang kurang banyak diketahui umum yang menghambat banyak urusan negara.

Pemimpin minoritas atau golongan Republik yang marah dalam Senat, Mitch McConnell, mengatakan kaum Demokrat menggunakan permainan kekuasaan. Ia memperingatkan mereka bahwa kelak, mereka akan menjadi partai minoritas.
XS
SM
MD
LG