Tautan-tautan Akses

Clinton Prihatin Peningkatan Ketegangan Armenia-Azerbaijan


Menlu AS Hillary Clinton (kanan) melakukan pertemuan dengan Presiden Armenia Serzh Sarkisyan di Yerevan, Senin (4/6).

Menlu AS Hillary Clinton (kanan) melakukan pertemuan dengan Presiden Armenia Serzh Sarkisyan di Yerevan, Senin (4/6).

Menlu AS Hillary Clinton mengeluarkan komentar itu setelah makan malam dengan Presiden Armenia Serzh Sarkisyan di Yerevan.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan sangat prihatin mengenai meningkatnya ketegangan di perbatasan antara Armenia dan Azerbaijan, selagi ia memulai lawatan ke kawasan Caucasus di Eropa.

Clinton hari Senin memberitahu para wartawan di ibukota Armenia, Yerevan, bahwa penggunaan kekerasan di daerah Nagorno-Karabakh yang didominasi etnis Armenia tidak akan menyelesaikan konflik. Ia mengecam apa yang disebutnya “kematian tak berperikemanusiaan atas beberapa tentara dan warga sipil” hanya beberapa jam setelah bentrokan terbaru menyebabkan paling tidak tiga tentara Armenia tewas.

Clinton mengeluarkan komentar itu setelah makan malam dengan Presiden Armenia Serzh Sarkisyan.

Wartawan VOA Scott Stearns mengatakan, Clinton juga mendesak Turki agar menormalkan hubungan dengan Armenia, dan mengatakan langkah berikutnya terletak di tangan Turki.

Clinton selanjutnya akan menuju Georgia dan Azerbaijan, di mana ia diperkirakan akan fokus pada isu hubungan ekonomi, politik dan keamanan dengan Amerika.

Sebelum persinggahan Clinton di Azerbaijan hari Rabu, Mahkamah Agung negara itu membebaskan Bakhtiyar Hajiyev, aktivis politik lulusan Harvard, dari penjara. Ia dipenjara tahun lalu atas tuduhan menghindari wajib militer. Tetapi Hajiyev berkeras ia dipenjarakan karena alasan politik. Sejumlah senator Amerika sebelumnya menuntut pembebasannya.
XS
SM
MD
LG