Tautan-tautan Akses

Kebakaran Baru di Tengah Inspeksi di China terhadap Keselamatan Pabrik Kimia


Tentara China menyemprotkan cairan ke arah puing-puing dari ledakan pekan lalu di Tianjin (21/8).

Tentara China menyemprotkan cairan ke arah puing-puing dari ledakan pekan lalu di Tianjin (21/8).

Di tengah meningkatnya perhatian publik di Tiongkok terhadap kemungkinan pelabuhan industri lainnya mengalami ledakan serupa ledakan maut di Tianjin pekan lalu, media pemerintah melaporkan bahwa hampir 70 persen perusahaan-perusahaan kimia di Beijing yang menangani zat berbahaya telah gagal dalam pemeriksaan di lokasi.

Menanggapi tekanan publik, pemerintah telah meluncurkan apa yang mereka sebut perbaikan keselamatan dan praktik darurat secara nasional di sektor tersebut.

Kondisi berbahaya telah ditemukan di 85 perusahaan termasuk cabang Sinopec Corp yang terbesar di Asia, menyusul penggerebekan terhadap 124 gudang bahan kimia berbahaya di Beijing, demikian menurut kantor berita resmi Xinhua.

Dua perusahaan ditutup, tetapi tidak termasuk kilang minyak cabang Beijing, meskipun inspektur mendapati bahwa personel keamanannya tidak mampu memadamkan kebakaran tangki minyak.

Kebakaran baru

Tak lama setelah temuan tersebut diumumkan, petugas penyelamat di China bergegas memadamkan empat kebakaran yang terjadi tidak jauh dari lokasi ledakan maut di Tianjin yang menewaskan 114 orang pekan lalu.

Menurut kantor berita resmi pemerintah China, Xinhua, tiga "titik ledakan" terdapat di lokasi berasal dari sebuah pusat distribusi otomotif di dekatnya.

Di luar Tianjin, pejabat pelabuhan di Shanghai juga melakukan pemeriksaan terhadap operator logistik pelabuhan yang menangani zat kimia berbahaya sebagai upaya untuk mengatasi bahaya keselamatan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG