Tautan-tautan Akses

AS

Bioskop di Amerika Mulai Putar Film Kontoversial 'The Interview'


Matt Ornstein, mengenakan kostum Sinterklas, memegang bendera Amerika saat para pengunjung antri membeli tiket untuk menonton pemutaran perdana film "The Interview" di Los Angeles, California (24/12).

Matt Ornstein, mengenakan kostum Sinterklas, memegang bendera Amerika saat para pengunjung antri membeli tiket untuk menonton pemutaran perdana film "The Interview" di Los Angeles, California (24/12).

Korea Utara mengecam film itu, dan Sony pekan lalu membatalkan rencana perilisannya menyusul peretasan besar-besaran terhadap jaringan komputernya dan ancaman kekerasan terhadap bioskop-bioskop.

Film komedi The Interview diputar perdana di sejumlah bioskop di AS hari Kamis (25/12), seminggu setelah Sony membatalkan perilisannya di seluruh AS karena ancaman kekerasan.

Salah seorang bintang filmnya, Seth Rogen, dan salah seorang sutradaranya Evan Goldberg hadir dalam pemutaran tengah malam di Los Angeles dan berterima kasih kepada para penonton atas dukungan mereka.

Ratusan bioskop independen dan jaringan kecil bioskop dijadwalkan memutar The Interview pada hari Natal sesuai rencana Sony. Film ini mengisahkan dua wartawan yang direkrut badan intelijen AS untuk membunuh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Di sebuah bioskop di negara bagian New York yang memutar film itu Kamis (25/12), manajernya mengatakan para penonton yang datang pada umumnya mendukung kebebasan berpendapat.

“Kami menegakkan kebebasan. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa warga AS tidak mau didikte apa yang boleh ditonton atau tidak. Kalau kami ingin menonton film, kami akan menontonnya dan kami akan menentukannya sendiri,” katanya.

Banyak penonton di bioskop itu sepakat.

“Saya datang untuk menunjukkan dukungan kuat saya terhadap kebebasan berpendapat,” seru salah seorang pengunjung.

Korea Utara mengecam film itu, dan Sony pekan lalu membatalkan rencana perilisannya menyusul peretasan besar-besaran terhadap jaringan komputernya dan ancaman kekerasan terhadap bioskop-bioskop.

Presiden AS Barack Obama dan aktivis kebebasan berpendapat mengatakan Sony membuat kesalahan dalam membatalkan rencana perilisan itu.

XS
SM
MD
LG