Tautan-tautan Akses

Belgia Tangkap Seorang Tersangka Terkait Pemboman Brussels


Tentara Belgia memeriksa para pejalan kaki di Brussels (23/3), sehari pasca serangan di bandara dan stasiun kereta api di kota itu.

Tentara Belgia memeriksa para pejalan kaki di Brussels (23/3), sehari pasca serangan di bandara dan stasiun kereta api di kota itu.

Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan, Najim Laachraoui sebagai orang yang diburu polisi, namun kini diyakini ia bukanlah orang yang ditangkap pada hari Rabu itu.

Orang-orang di Brussels, Belgia, mengheningkan cipta selama satu menit, Rabu, untuk mengenang 34 korban tewas akibat pemboman di bandara, Selasa lalu, sementara media Belgia melaporkan penangkapan seorang tersangka dalam aksi teroris itu.

Place de la Bourse di Brussels, lapangan umum di mana orang-orang yang berduka membawa bunga dan berbagai benda kenangan, Rabu, dipenuhi orang-orang yang mengenakan baju hangat untuk melawan rasa dingin musim semi. Langit yang mendung membuat suasana duka semakin terasa.

Mulanya mereka berdiri diam sambil mengheningkan cipta, namun kemudian secara spontan bertepuk tangan untuk menunjukkan rasa solidaritas bahwa mereka tidak takut pada teroris. Sebuah teriakan “Panjang Umur Rakyat Belgia” disambut sekali lagi oleh gemuruh tepukan tangan.

Sementara itu laporan-laporan media dari Belgia mengatakan, polisi telah menangkap seorang tersangka yang terkait pemboman di Brussels.

Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan, Najim Laachraoui sebagai orang yang diburu polisi, namun kini diyakini ia bukanlah orang yang ditangkap pada hari Rabu itu.

Laporan-laporan itu juga mengatakan Laachraoui ditangkap di kawasan Anderlecht di Brussels. Ia bahkan telah diburu polisi sebelum pemboman di Brussels.

Dua pembom lain telah diidentifikasi media sebagai dua bersaudara Khalid dan Brahim el-Bakraoui, berusia 27 dan 30 tahun. Pemerintah Belgia belum mengukuhkan informasi itu.

Stasian penyiaran RTBF mengatakan kedua orang itu dikenal polisi dan memiliki catatan kriminal, namun tidak memiliki sejarah pernah terlibat dalam kegiatan terorisme. Laporan itu mengatakan, Khalid el-Bakraoui menggunakan nama palsu untuk menyewa apartemen di Brussels yang digeledah polisi pekan lalu.

Di apartemen itu, polisi menemukan sejumlah senjata dan sidik jari Salah Abdeslam,tersangka utama pemboman di Paris 13 November yang ditangkap hari Jumat lalu. Surat kabar Belgia La Derniere Heure melaporkan, DNA Najim Laachraoui ditemukan di rumah-rumah yang ditempati mereka yang melakukan serangan di Paris, ia diyakini pernah melakukan perjalanan ke Hungaria dengan tersangka pembom Paris Abdeslam. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG