Tautan-tautan Akses

Badak Sumatera Kelahiran AS Diangkut ke Way Kambas


Badak Sumatera Harapan saat masih di kebun binatang Cincinnati, Ohio, 2013.

Badak Sumatera Harapan saat masih di kebun binatang Cincinnati, Ohio, 2013.

Pemerintah Indonesia mengatakan tidak ingin bergantung dari negara-negara lain dalam upaya pelestarian dengan mengirimkan badak-badak supaya berkembang biak di luar negeri.

Badak Sumatera jantan kelahiran Amerika telah sampai di Taman Nasional Way Kambas, tempat Suaka Badak berada, dalam misi untuk berkembang biak.

Harapan, badak berusia delapan tahun itu tiba di negara asal nenek moyangnya di Indonesia, Minggu (1/11), melakukan perjalanan jauh dari Cincinnati, Ohio, untuk membantu menyelamatkan spesiesnya yang kritis dari kepunahan.

Harapan lahir di kebun binatang Cincinnati dan selama hampir dua tahun terakhir merupakan badak Sumatera terakhir di belahan Bumi bagian Barat.

Ia tiba di bandar udara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu, dalam peti khusus yang diterbangkan pesawat jet Cathay Pacific. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya dalam sebuah truk menuju pelabuhan Merak dan naik kapal feri ke Lampung.

"Syukurlah, ia sudah sampai," ujar Bambang Dahono Adji, direktur konservasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia mengatakan Harapan akan "secara resmi diberikan" kepada pihak berwenang di Indonesia hari Kamis di Taman Nasional Way Kambas, tempat Suaka Badak Sumatera berada.

Badak berbobot 816 kilogram itu telah menjalani pemeriksaan medis dan dilatih untuk berjalan ke dalam dan secara sukarela berada dalam petinya sebelum memulai penerbangan lebih dari 16.000 kilometer Jumat lalu. Perjalanan itu mengakhiri program pengembangbiakan dalam penangkaran untuk spesies di Kebun Binatang Cincinnat, yang telah memproduksi tiga badak.

Dalam penerbangannya, Harapan ditemani oleh petugas veteran Kebun Binatang Cincinnati yang ada di Suaka Badak Sumatera (SRS) ketika abang Harapan menjadi ayah di sana tahun 2012.

Para ahli konservasi berharap Harapan dapat kawin dengan salah satu atau lebih dari tiga badak betina di Way Kambas. Di sana, badak berusia 12 tahun bernama Ratu yang lahir di alam bebas, kini mengandung bayi kedua dan diperkirakan akan melahirkan bulan Mei.

Anak Ratu, badak jantan bernama Andatu lahir tahun 2012, merupakan badak Sumatera pertama yang lahir di fasilitas pengembangbiakan di Asia dalam lebih dari 140 tahun. Induk jantan untuk kedua anak badak itu adalah abang Harapan, Andalas, yang kembali ke Indonesia tahun 2007.

Saudara perempuan Harapan dan Andalas, Suci, mati karena penyakit tahun lalu di Kebun Binatang Cincinnati, menjadikan Harapan badak Sumatera terakhir di belahan Bumi bagian Barat.

Pemerintah Indonesia telah mengatakan tidak ingin bergantung dari negara-negara lain dalam upaya pelestarian dengan mengirimkan badak-badak supaya berkembang biak di luar negeri. Namun, pemerintah mengatakan menyambut bantuan teknologi atau sains untuk program pengembangbiakan badak Sumatera.

Badak Sumatera menghadapi ancaman serius, dengan jumlah yang terus menurun di Indonesia dalam 50 tahun terakhir akibat pemburuan untuk culanya, yang digunakan untuk obat tradisional China, dan penghancuran hutan habitatnya oleh petani, penebang hutan ilegal dan perusahaan perkebunan kelapa sawit. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG