Tautan-tautan Akses

Clinton: AS Tawarkan Pilihan kepada Taliban Afghanistan

  • David Gollust
  • Wita Sholhead

Menteri Luar Negeri berpidato di muka organisasi Asia Society, "Amerika tawarkan pilihan pada Taliban."

Menteri Luar Negeri berpidato di muka organisasi Asia Society, "Amerika tawarkan pilihan pada Taliban."

Pemerintah AS menawarkan pilihan kepada Taliban di Afghanistan untuk bergabung dengan masyarakat internasional atau terus menjadi musuh dunia.

Dalam pernyataan resmi mengenai konflik Afghanistan, Clinton mengatakan strategi pemerintahan Obama memberikan Taliban pilihan nyata, memutuskan hubungan dengan al-Qaida dan bergabung dengan masyarakat Afghanistan, atau terus berpihak dengan teroris dan menghadapi akibat-akibatnya dari dunia internasional.

Berpidato di muka organisasi Asia Society di New York, Menteri Clinton mengatakan pemerintahan Obama sedang melancarkan tiga “aksi” secara berbarengan: aksi militer terhadap al-Qaida dan Taliban, kampanye sipil untuk mendukung pemerintah Afghanistan dan Pakistan, dan mendorong upaya diplomasi yang intensif untuk mengakhiri perang dan merencanakan masa depan yang aman bagi kawasan itu.

Clinton mengatakan Taliban membuat pilihan keliru setelah serangan teroris 11 September 2001 dengan melindungi al-Qaida, dan mereka sekarang menghadapi pilihan yang penting.

“Sekarang dengan meningkatnya tekanan aksi militer kita mempertajam keputusan serupa bagi Taliban: memutuskan hubungan dengan al-Qaida, menyerahkan senjata dan tunduk kepada konstitusi Afghanistan, dan mereka dapat bergabung dalam masyarakat Afghanistan. Menolak, berarti mereka akan terus menghadapi akibat-akibat dari hubungan dengan al-Qaida yang merupakan musuh masyarakat internasional. Mereka tidak bisa menunggu kita keluar dari wilayah ini. Mereka tidak bisa mengalahkan kita. Mereka juga tidak dapat menghindar dari pilihan ini,” paparnya.

Taliban ditawarkan untuk ikut bergabung dengan masyarakat Afghanistan atau terus dikucilkan.

Taliban ditawarkan untuk ikut bergabung dengan masyarakat Afghanistan atau terus dikucilkan.

Clinton mengatakan demikian selagi masa peralihan berlangsung dan kepemimpinan Afghanistan menguat, sebuah proses rekonsiliasi politik “akan menjadi semakin laik.”

Ia mengulangi itikad pemerintahan Obama untuk mulai menarik pasukan dari Aghanistan bulan Juli – kalau situasi di lapangan memungkinkan – dan menyelesaikan proses penarikan itu menjelang akhir 2014 di mana tak ada pasukan Amerika yang tersisa.

Clinton menyatakan, “Tekad keras kita sepatutnya tidak disalahpahami sebagai keinginan Amerika atau sekutu kita untuk menduduki Afghanistan karena bertentangan dengan keinginan rakyatnya. Kita menghormati sejarah perlawanan Afghanistan terhadap pendudukan asing. Kita tidak mencari pangkalan militer permanen di negara mereka atau kehadiran yang dapat menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga Afghanistan.”

Clinton juga menyesali “rasa saling tidakpercaya” antara Pakistan dan Afghanistan yang sudah berlangsung lama dan mendesak kerjasama yang lebih luas.

Ia mengatakan Pakistan harus mengambil “langkah-langkah yang menentukan” untuk memastikan Taliban tidak dapat melancarkan serangan dari wilayah Pakistan.

XS
SM
MD
LG