Tautan-tautan Akses

Gelombang Serangan Taliban di Afghanistan Diperkirakan Meningkat

  • Lisa Bryant
  • Dewi Sitompul

Top US and NATO commander in Afghanistan General David Petraeus waits for the start of a round table meeting at a NATO summit in Lisbon, November 20, 2010 (file photo)

Top US and NATO commander in Afghanistan General David Petraeus waits for the start of a round table meeting at a NATO summit in Lisbon, November 20, 2010 (file photo)

Panglima Tertinggi NATO di Afghanistan, Jenderal David Petraeus, memperkirakan gelombang serangan akan meningkat di Afghanistan pada musim semi menatang.

Ketika ditanya oleh TV NATO apakah pertempuran akan meningkat dalam minggu-minggu nendatang, Panglima Tertinggi NATO, Jenderal David Petraeus, menyatakan kekuatan pasukan gabungan lebih besar karena adanya tambahan pasukan tahun lalu.

Ia mengatakan, "Kami berpendapat begitu, tentu saja, perlu diingat bahwa kita memiliki 100.000 atau lebih tentara dibanding tahun lalu, ada sekitar 70.000 lagi tentara Afghanistan dan 35.000 sampai 40.000 Pasukan Bantuan Keamanan Internasional. Itu berarti pasukan kita ada di mana-mana."

Hasilnya, kata Petraues, Pemberontak Taliban pasti akan menyerang balik dan memerintahkan pasukannya untuk memulai serangan musim semi yang lebih awal dibanding tahun lalu.

Ia menambahkan, "Perintah-perintah tersebut belum semuanya dijalankan, jadi ada semacam perselisihan pendapat, yang kita lihat di antara para pemimpin dan juga kepada siapa perintah-perintah itu diberikan, hal ini berbeda dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya."

Tapi para ahli yang dikutip oleh kantor-kantor berita mengatakan Taliban agaknya sedang mengkonsolidasi diri menghadapi semakin besarnya kekuatan pasukan NATO.

Dikeluarkannya keterangan Jenderal Petraeus itu bertepatan dengan laporan NATO mengenai kematian dua orang lagi tentara, sehingga jumlah korban bulan ini menjadi 10 orang.

Tahun lalu adalah yang terburuk bagi NATO karena banyaknya korban dalam peperangannya yang telah berlangsung hampir satu dasawarsa di Afghanistan, di mana lebih dari 700 anggota pasukan gabungan tewas.

XS
SM
MD
LG