Tautan-tautan Akses

Aktivis Rusia Luncurkan Situs Terkait Korupsi Olimpiade Sochi


Suasana persiapan Olimpiade musim dingin di sekitar Istana Es Bolshoy, yang terletak di area taman Olimpiade di distrik Adler, Sochi, Rusia (24/1).

Suasana persiapan Olimpiade musim dingin di sekitar Istana Es Bolshoy, yang terletak di area taman Olimpiade di distrik Adler, Sochi, Rusia (24/1).

Rusia telah menghabiskan sekitar 51 miliar dolar untuk mempersiapkan Olimpiade di Sochi, yang akan berlangsung tanggal 7 hingga 23 Februari mendatang, sehingga menjadikannya pesta Olimpiade termahal.

Sebuah situs interaktif yang diluncurkan Senin oleh aktivis anti-korupsi Alexei Navalny memberikan gambaran jelas mengenai pembengkakan dana persiapan dan konflik kepentingan pada Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia.

Rusia telah menghabiskan sekitar 51 miliar dolar untuk mempersiapkan Olimpiade di Sochi, yang berlangsung 7 hingga 23 Februari, sehingga menjadikannya pesta Olimpiade paling mahal. Angka ini mengejutkan mengingat pada kenyataannya Olimpiade musim dingin diikuti jauh lebih sedikit atlit ketimbang Olimpiade musim panas.

Navalny menyatakan Rusia menghabiskan dana dua kali lebih besar dari yang seharusnya untuk membangun sedikitnya 10 tempat pertandingan Olimpiade – termasuk Istana Es Bolshoi, Stadion Fisht untuk acara pembukaan dan penutupan, dan arena speed-skating.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press dan media-media berita lain, tuduhan korupsi telah merongrong persiapan Olimpiade Sochi selama bertahun-tahun. Situs baru Navalny "Sochi.FBK.info" menampilkan data-data yang dikumpulkan dari penyelidikannya sendiri, serta laporan-laporan media dan analisa-analisa para aktivis lain. Dengan menggunakan grafis berwarna, situ itu menampilkan sejumlah besar data yang bisa diakses dalam bahasa Inggris dan Rusia.

Navalny, yang gagal menang dalam pemilu Walikota Moskow tahun lalu, mengatakan bahwa tidak hanya atlit yang berkompetisi di Sochi, melainkan juga para pejabat dan pengusaha. Menurut Navalny, para pejabat dan pengusaha itu berusaha menjadikan Sochi sumber pendapatan.

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah adanya korupsi yang merajalela di Sochi, dan mengatakan biaya yang membengkak diakibatkan semata karena kekeliruan para investor dalam memperkirakan harga.
XS
SM
MD
LG