Tautan-tautan Akses

Aktivis AS Desak Pemerintah Larang Penggunaan Antibiotika untuk Gemukkan Ternak


Di AS, Badan Pengawas Pangan dan Obat-obatan (FDA) pertama kali mengusulkan larangan penggunaan antibiotika pada ternak yang sehat tahun 1977, namun peraturan tersebut kemudian dicabut.

Di AS, Badan Pengawas Pangan dan Obat-obatan (FDA) pertama kali mengusulkan larangan penggunaan antibiotika pada ternak yang sehat tahun 1977, namun peraturan tersebut kemudian dicabut.

Penggunaan antibiotika pada ternak dapat menghasilkan bakteri yang kebal terhadap antibiotika, yang membahayakan tak hanya ternak tapi juga manusia.

Antibiotika digunakan untuk menyembuhkan infeksi bakteri. Tetapi, sekitar 50 tahun lalu, para peternak mulai memberi sedikit obat itu kepada ternak yang sehat melalui makanannya. Para ilmuwan mendapati bahwa antibiotika mempercepat besarnya ternak.

Kebiasaan memberi obat pada ternak segera mendatangkan kritikan. Para pakar kesehatan masyarakat memperhatikan bakteri yang kebal antibiotika berkembang dalam tubuh ternak ini. Para pakar mengatakan bakteri itu mengembangkan kekebalan karena terus-menerus terkena antibiotika. Bakteri yang kebal dapat mempersulit pengobatan infeksi pada manusia.

Sekarang, perusahaan peternakan di seluruh dunia menggunakan antibiotika untuk membesarkan ternak. Beberapa negara sedang mempertimbangkan pembatasan atau sudah memberlakukannya. Korea Selatan akan melarang praktek tersebut bulan depan. Uni Eropa sudah mulai memberlakukan larangan ini lima tahun yang lalu. Beberapa negara Uni Eropa bahkan sudah memberlakukan larangan tersebut bahkan sebelum itu.

Sebuah peternakan sapi dekat Jerome, negara bagian Idaho, AS.

Sebuah peternakan sapi dekat Jerome, negara bagian Idaho, AS.

Di Amerika Serikat, Badan Pengawas Pangan dan Obat-obatan (FDA) pertama kali mengusulkan larangan penggunaan antibiotika pada ternak yang sehat tahun 1977. Tapi, Kongres meminta penelitian lebih jauh. Sekarang, tidak ada larangan. Namun, bulan Juni tahun lalu FDA meminta peternak menghentikan penggunaan antibiotika dalam jangka panjang.

Rekomendasi tersebut rupahnya tidak cukup bagi sebagian pengeritik. Lima organisasi lingkungan dan konsumen meminta pengadilan agar memaksakan larangan oleh badan pemerintah federal.

Namun, para pendukung penggunaan antibiotika tingkat rendah pada ternak mengatakan tidak ada bukti yang kuat yang menghubungkannya dengan infeksi bakteri yang kebal obat pada manusia. Mereka juga mengatakan bahwa disamping mempercepat pertumbuhan ternak, obat itu juga membantu menindas penyakit pada ternak yang diberi makan dalam kandang yang besar.

Para pakar mengatakan sumber terbesar bakteri yang kebal obat adalah penggunaan yang terlalu banyak dan penyalah-gunaan antibiotika oleh manusia.

XS
SM
MD
LG